Cara Menulis Buku Berbagai Kategori. Bagaimana Saja Caranya?

Cara Menulis Buku Berbagai Kategori. Bagaimana Saja Caranya?

Bagaimanakah cara menulis buku ? pertanyaan ini sering ditanyakan pada saya saya. Memang tidak mudah untuk melakukannya, sebagaimana juga tidak mudah untuk menjawabnya, apalagi saat setiap orang yang bertanya semakin mendalami dunia penulisan. Pertanyaan yang diajukan lebih spesifik. Tapi dalam artikel ini saya berusaha untuk menjawab semua pertanyaan yang sering diajukan kepada saya terkait cara menulis buku ini.

Ada beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan cara menulis buku, dengan bisa mendapatkan jawaban atas pertanyaan ini, setidaknya teman-teman yang pernah bertanya pada saya akan mendapatkan gambaran tentang cara menulis buku apa saja sesuai yang akan ditulisnya.

Supaya tidak membosankan dan terjadi komunikasi dua arah antara pertanyaan teman-teman dan saya sebagai penjawab, maka format dalam artikel ini saya buat berbentuk tanya jawab. Berikut beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan kepada saya,

Bagaimana cara menulis buku pertama ?

Saya pertama kali menulis buku adalah buku sejarah yayasan yang sudah berusia 100 tahun. dari pengalaman menulis buku sejarah ini selanjutnya saya mempelajari cara penulisan buku genre yang lainnya.

Sudah bisa ditebak bahasa yang saya gunakan saat menulis buku sejarah yayasan ini adalah bahasa yang baku, resmi bahkan terkesan kaku, karena memang tujuan penulisanya untuk mencatat perjalanan sejarah yayasan dari waktu ke waktu.

Cara saya menulis buku pertama adalah dengan membuat outline terlebih dahulu, baru mengembangkannya dengan riset berbagai bahan tulisan pendukung. Tapi, karena saat itu bahan tulisan sudah sulit didapatkan, maka yang saya lakukan selanjutnya adalah mendapat dulu bahan-bahan yang ada, baru membuaut outline lagi sesuai dengan bahan yang ada.

Anda bisa mendapatkan pembahasan detail tentang cara menulis buku pertama ini di artikel saya berikut:

Bagaimana Cara Menulis Buku Pertama

Bagaimana cara menulis buku sejarah ?

Nah, setelah buku pertama saya ini terbit hingga saat ini masih ada saja yang menanyakan kepada saya, bagaimana cara menulis buku sejarah.

Syarat utama dalam menulis buku sejarah adalah data yang lengkap dan akurat. Karena jika data itu sudah kita dapatkan, maka selebihnya adalah bagaimana bisa mengemas buku yang kita tulis untuk bisa mudah dinikmati oleh pembaca.

Karena itu dalam penulisan buku sejarah yang paling memakan waktu adalah riset data / bahan penulisan. Karena jika bahan penulisan yang berupa data-data penting ini salah, maka perlu dipertanyakan kualitas penulisannya. Sebisa mungkin untuk mendapatkan data langsung dari sumber pertama atau sumber setelahnya yang telah mendapatkan otoritas untuk itu.

Seperti yang saya sebutkan diatas, dalam penulisan buku sejarah yayasan yang telah berusia 100 tahun itu saya harus merubah outline disebabkan ketersediaan bahan dengan pertimbangan waktu penulisan yang sudah berjalan lama.

Maka jika boleh saya berpesan, saat Anda akan menulis buku sejarah, usahakan untuk mengumpulkan bahan-bahan penulisan terlebih dahulu. Kumpulkan sebanyak mungkin, karena dengan bahan penulisan yang banyak tersebut kita bisa lebih leluasa untuk menulis buku dengan outline yang akan dibuat setelahnya.

Bagaimana cara menulis buku ilmiah ?

Cara menulis buku ilmiah bisa dilakukan sebagaimana kita menulis  buku sejarah. Tapi tentu pembahasannya menyesuaikan tema yang dibahas. Menulis buku ilmiah membutuhkan kelengkapan data yang akurat dan relevan.

Pada penulisan buku ilmiah ini yang harus dipertahitikan adalah sumber datanya. Usahakan menggunakan sumber data yang bisa dipertanggungjawabkan. Contoh sumber data yang bisa digunakan untuk bahan penulisan buku ilmiah adalah buku, karya ilmiah (skripsi, tesis, desertasi, jurnal), majalah, dll.

Bagaimana cara menulis buku non fiksi ?

Menulis buku non fiksi harus memperhatikan pada kerangka tulisan yang akan dibuat. Karena dengan mempunyai kerangka tulisan, maka proses penulisan buku yang bukan fiksi ini akan lebih terarah.

Kerangka tulisan ini bisa berupa outline atau point-point penulisan yang penyusunannya berdasarkan data yang ada.

Bagaimana cara menulis buku fiksi ?

Buku fiksi ditulis dengan mengembangkan imajinasi untuk lebih menghidupkan cerita. Dalam penulisan buku fiksi ini yang jadi ukuran adalah bagaimana penulis bisa menggambarkan apa yang ada dalam pikirannya, sehingga pembaca setidaknya bisa membayangkan suasana yang sama.

Makin terbiasa seorang penulis mengembangkan imajinasinya, maka makin mudah baginya untuk melakukan eksplorasi tentang cerita yang akan ditulis.

Artikel ini akan terus ditambah sesuai bertambahnya pertanyaan yang masuk kepada kami. Bukan hanya akan ditambah berdasarkan pertanyaannya, tapi juga akan lebih mendetailkan tulisan yang sudah ada diatas juga. Karena itu jangan pernah bosan untuk mengunjungi blog kami ini.

BACA JUGA   Cara Mendirikan Jasa Penulisan dengan Modal 300 Ribu Rupiah

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

                           PERKENALAN    

Iwan Wahyudi adalah Penulis Biografi, Ghost Writer dan Penulis Konten Perusahaan yang telah berpengalaman selama 10 tahun. 

Sebagai penulis telah membantu 30 + klien personal menyelesaikan penulisan bukunya. Ia bersama tim juga telah menyelesaikan puluhan konten perusahaan, baik berupa laporan (seperti annual report, sustainability report, CSR report) maupun yang berupa buku dokumentasi dan informasi (seperti buku sejarah dan majalah perusahaan)

Atas pencapaiannya maka ia mendapatkan kepercayaan untuk menulis buku sejarah perusahaan (biasanya untuk memperingati ulang tahun perusahaan) yang dibiayai oleh sponsor dengan syarat dan kriteria tertentu.

Ia akan tetap membuka peluang kerjasama dengan pihak manapun, baik pribadi, perusahaan, instansi, organisasi, advertising dan yang lainnya untuk menghasilkan buku yang kreatif dan berkualitas dari segi isi dan tampilan.

Minat bekerja sama ? Silahkan WA di 0822 3000 3636