Menulis Saja Nanti Pasti Ada Pasarnya

Menulis Saja Nanti Pasti Ada Pasarnya

Dulu, banyak orang menjadi penulis karena ingin terkenal dan punya banyak uang. Dua tahapan, terkenal – banyak uang ini seakan menjadi patokan bagaimana penulis mendapatkan penghasilan. Tapi sayangnya saat ini urutan itu sudah tidak berlaku lagi. Terlebih setelah ada profesi penulis freelance yang di dalamnya terdapat berbagai jenis profesi penulisan dengan penghasilan yang tidak kalah besar dengan royalti penjualan buku dari penerbit.

Memang harus diakui dahulu penulis berlomba-lomba mengirimkan naskah ke penerbit. Karena tentunya berharap naskahnya diterima, bukunya laris, menjadi terkenal dan mendapatkan penghasilan besar dari setiap penjualan bukunya.

Memang benar siklus itu ada. Tapi berapa orang penulis saja yang mendapatkannya?

Berapa perbandingan naskah yang ditolak dan diterima?

Apa naskah yang ditolak selalu jelek dan yang diterima pasti bagus?

Lalu kenapa saat di toko buku yang laris juga hanya beberapa?

Semua memang ada kaitannya dengan penerbit, toko buku dan pasar yang ada saat itu. Jawabannya sangat berhubungan erat dengan tiga hal tadi. Jadi kasihan penulis yang sudah mengirimkan naskahnya, menunggu lama, saat diterima pun hasilnya lebih banyak yang mengecewakan.

Tapi saat ini semuanya berubah. Semuanya seakan berbalik. Bukan penulis yang berlomba-lomba mengirimkan naskahnya ke penerbit, tapi tidak sedikit penerbit yang mencari orang untuk menulis bukunya untuk penerbit.

Saya pribadi adalah termasuk penulis yang tidak pernah mengirimkan naskah pada penerbit. Tapi beberapa kali mendapat penawaran untuk menulis untuk penerbit. Tapi dengan berbagai pertimbangan saya menolaknya. Alasan paling simpel adalah karena saya sudah mendapatkan pasar sendiri untuk jasa penulisan saya.

Ya, jasa penulisan ini seolah memutus mata rantai dari sebagian penerbit yang kadang rumit dalam menerbitkan naskah para penulis dengan langsung menghubungkan antara penulis dan pengguna jasa penulisan.

BACA JUGA   Tips, Motivasi dan Panduan Menulis ala Iwan Wahyudi

Jadi siklusnya saat ini adalah : pengguna jasa penulisan – jasa penulisan – buku. Bukan seperti sebelumnya: penulis – penerbit – buku – pengguna buku (pembeli). Memang tampak lebih simpel bukan? Meski memang untuk mempunyai jasa penulisan tidaklah mudah, karena harus bisa memberi pelayanan dan hasil karya yang baik sesuai kemampuan klien.

Kembali pada bahasan kita bahwa semua buku yang ditulis pati ada pembacanya, saya sendiri yakin bahwa nanti buku panduan apapun yang saya tulis pasti ada yang membutuhkan. Karena itu apapun keadaannya buku panduan ini akan tetap saya tulis. Setidaknya nanti di setiap blog penulisan saya ada 1 buku yang saya jual.

Ini juga untuk membantu banyak orang yang akan menulis buku dengan berbagai jenis bantuan penulisan, seperti biografi, co-writer, ghost writer, dll. Saya juga akan menulis buku panduan bagaimana menjadi penulisnya, tentunya dengan syarat sudah mempunyai kemampuan menulis sebelumnya.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iwan Wahyudi adalah Penulis Biografi, Ghost Writer dan Content Strategist yang mulai banyak dikenal di Indonesia. 

Sebagai penulis biografi dan ghost writer telah membantu 20 an klien menyelesaikan penulisan bukunya. 

Sebagai content strategis bukan hanya menjadikan situs yang dikelola banyak dikenal oleh klien, tapi juga dengan itu ia dapat membantu penulis profesional lainya dalam mendapatkan klien sesuai kapasitasnya. 

Kini ia mulai merintis self publihing dengan harapan bisa membantu klien mulai dari penulisan konten buku, pewajahan hingga cetak buku sesuai budget yang disediakan oleh setiap klien. 

Ia akan tetap membuka peluang kerjasama dengan pihak manapun, baik pribadi, perusahaan, agency desain, advertising dan yang lainnya untuk tetap memberikan konten yang kreatif dan berkualitas. 

Minat bekerja sama ? Silahkan WA di 0857 1149 4600