Tag Archives: kelebihan kerja di rumah

4 Hal yang Membuat Kerja dari Rumah Menjadi Tidak Produktif

IwanWahyudi.net – 4 Hal yang Membuat Kerja dari Rumah Menjadi Tidak Produktif. Siapa kerja di rumah itu enak dan mudah? Jika tidak punya niat dan semangat yang kuat kamu bakal kesulitan juga. Apalagi di rumah mau apa-apa saja bebas. Gak ada atasan yang mantau, rekan kerja yang cari-cari kesalahan atau bos yang mengharap hasil kerja maksimal, dengan gaji yang kadang tidak sesuai. Semuanya tidak ada, hanya ada kita dan komitmen untuk bekerja saja.

Di rumah kita benar-benar jadi raja. Bisa setiap waktu melihat istri dan anak, bahkan bebas mau kemana saja dengan mereka. Tapi jangan terlena, setidaknya ada 4 Hal yang Membuat Kerja dari Rumah Menjadi Tidak Produktif, diantaranya:

  1. Jam Kerja Tidak Teratur

Bekerja di rumah adalah cara kerja yang kurang efektif, karena memang apa yang ada di rumah tidak terkondisikan untuk bekerja sebagaimana yang ada di kantor.

Apa lagi dengan waktunya yang sulit untuk ditentukan. Disinilah komitmen untuk bekerja sangat menentukan bisa atau tidaknya kita mencapai target-target kerja setiap harinya.

  1. Suasana Kerja yang Kurang Mendukung

Bekerja di rumah, jika boleh dikatakan suasananya tidak mendukung, kecuali kita punya ruangan khusus untuk bekerja. Dengan adanya ruangan khusus ini kita bisa lebih konsentrasi dalam bekerja. Cara lain yang bisa dilakukan jika mungkin belum mempunyai ruangan khusus untuk bekerja adalah dengan mempunyai waktu khusus yang tidak / minim dari gangguan kegiatan bekerja di rumah.

  1. Target yang Tidak Jelas

Karena tidak adanya atasan, maka kadang bekerja di rumah sangat sulit untuk menentukan target kerja. Karena itu dalam hal ini sekali lagi komitmen dengan menetapkan target kerja setiap harinya sangat berperan dalam pencapaian kerja harian.

Usahakan dengan membuat target yang terukur yang benar-benar bisa dicapai, bukan hanya sekedar target yang kita sendiri tidak mampu untuk mewujudkannya.

  1. Malas untuk Maju

Karena kita setiap hari berada di rumah dan merasa nyaman dengan itu, maka ada perasaan untuk malas mau melakukan berbagai hal di luar rumah, kecuali untuk hal-hal yang sangat penting. Tapi tanpa disadari juga, kadang hal inilah yang menyebabkan mereka yang bekerja di rumah kadag malas untuk maju, misalnya untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk pekerjaannya sendiri.

Misalnya kita tahu ada acara yang menambah wawasan kita tentang pekerjaan pun bisa jadi kita malas untuk mengikutinya, padahal sebenarnya waktu dan uangnya ada. Ini tentu sangat disayangkan, karena bagaimana pun bekerja di rumah sejatinya adalah hanya pemilihan tempat kerja, tapi untuk profesionalisme tentu harus dijaga. Bekerja di ruma sebenarnya hanya membuat kita nyaman dengan kebebasan waktu kita, tapi untuk kualitas harus bisa diupayakan lebih dibanding saat kita bekerja pada orang lain di kantor.

Banyak sih sebeneranya hal-hal yang membuat bekerja di rumah menjadi tidak produktif,  tapi cukup dengan 4 hal diatas sudah mengambarkan bahwa kerja di rumah juga tidak mudah, karena harus ada komitmen yang kuat, agar apa yang menjadi tujuan kita bisa tercapai.

Lalu, bagaimana menyiasatinya?

Memang tidak mudah, tapi haru bisa diubah. Misalnya dengan menyiasati seperti ini:

  1. Jika jam kerja secara waktu tidak teratur, siati dengan penetapan durasi kerja, atau target kerja harian.
  2. Suasana kerja biasanya terganggu saat ada anak yang ingin main. Nah, ini problem utama. Caranya adalah dengan memiki ruang kerja khusus di rumah, atau bekerja saat mereka tidur, misalnya malam hari. Karena itu penting untuk mengajari anak terbiasa tidur lebih hawal, supaya kitanya bisa kerja. Ini yang saya lakukan hingga saat ini, karena itu biasanya 3 orang anak saya sudah terbiasa tidur malam jam 20.00.
  3. Penetapan target harus jelas. Jika tidak terealisasi, jadikan hutang untuk hari berikutnya. Misalnya target nulis per hari 10 halaman. Karena di hari itu hanya 5 halaman, maka hari berikutnya harus bisa nulis 15 halaman. Ini dilakukan supaya kita disiplin pada diri sendiri. Jangan sampai setiap hari target tidak tercapai, karena diawali dari 1 hari yang gagal.
  4. Ini harus dihilangkan. Karena sebenarnya dengan bekerja di rumah kita bisa lebih fleksibel mengatur waktu. Jadi untuk melakukan hal-hal yang kiranya bisa menambah kualitas diri harus dilakukan. Niatkan dalam hati saat kita memutuskan akan kerja dari rumah maka kualitas pekerjaan kita harus lebih baik dari sebelumnya.

Hambatan Bekerja dari Rumah

Lalu, bagaimana menumbuhkan semangat itu?

Mudah sekali. Setiap hari kita bertemu dengan anak kita. Coba saat mereka main cermati mereka dengan seksama. Bagaimana mereka jika kita sebagai orang tua malas-malasan untuk bekerja.

Jangan sampai ada yang bilang, “Kan rizki datangnya dari Allah?”

Iya memang benar datangnya dari Allah. Tapi jangan salah, Allah Maha Adil. Dia lebih tahu hamba seperti apa yang pantas diamanahin rizki yang banyak dan sedikit. Jadi memang yang diperlukan disini adalah usaha, untuk hasilnya memang haru kita pasrahkan kepadaNya.

Saat anak kita asyik bermain, mereka teriak-teriak, berlari bahagia. Ya memang seperti itulah alam mereka. Memang masanya mereka seperti itu. Mereka tidak ada kekhawatiran dengan apa yang terjadi esok hari. Berbeda dengan kita yang sering galau dengan pekerjaan dan pencapaian kita.

Jika mereka, istri dan ana-anak kita saja yakin dengan kemampuan kita menafkahi mereka kenapa kita tidak? Mestinya kita harus lebih yakin dari mereka. Tapi ini memang tidak mudah, dibutuhkan motivasi yang kuat dalam hati untuk bisa mengalahkan semua keragun-raguan itu. Bagaimana caranya menghilangkan keragu-raguan itu, tentunya dengan memperbanyak usaha dan doa. Karena sejatinya apa yang kita usahakan hanyalah bentuk ikkhtiar yang semuanya kembali pada Allah yang berhak memberi kita banyak atau sedikitnya rizki.

Apa motivasi kamu untuk bekerja dari rumah?

Setiap orang mempunyai motivasi yang berbeda-beda hingga ia memutuskan untuk bekerja di rumah. Adapun saya pribadi akhirnya memutuskan untuk bekerja dari rumah adalah karena ingin:

  1. Bisa bekerja lebih fleksibel

Fleksibel disini tolak ukurnya adalah keluarga. Maksudnya adalah niat saya untuk fokus kerja di rumah karena ingin punya waktu lebih banyak untuk berkumpul dengan istri dan anak, karena ini saya anggap penting dalam kehidupan saya.

Dengan kita intens bertemu dengan mereka kita bisa lebih mengenal satu sama lain, sehingga komunikasi kita dengan mereka bisa terjalin lebih baik. Yang terpenting kita bisa memperhatikan proses pertumbuhan anak setiap harinya dengan seksama, jadi tahu apa yang harus dilakukan untuk generasi penerus kita ini.

  1. Menghasilkan income lebih banyak

Dengan kerja di rumah secara otomatis saya bekerja sebagai freelancer, tidak terikat dengan satu usaha tertentu. Saya hanya terikay dengan klien pada setiap proyek penulisan buku.

Sadar posisi saya sebagai freelancer, maka saya selain mempunyai tugas untuk menyelesaikan buku klien, tugas yang harus tetap dilakukan adalah melakukan marketing jasa penulisan saya. Memang tidak mudah, tapi Alhamdulillah saya bisa melakukannya hingga saat ini, dengan semuanya dipelajari secara otodidak.

  1. Lebih bermanfaat

Karena tidak terikat dengan satu pihak pun maka saya punya keleluasan waktu untuk melakukan apa saja dalam hidup saya. Karena itu saya ingin nantinya bisa lebih bermanfaat bagi banyak orang denga sharing ilmu dan pengalaman semampu saya, terutama yang juga ingin menjadi penulis (part time / fulll time) atau pekerjaan lainnya yang mereka kerja dari rumah seperti saya.

Cukup disini artikel sederhana ini, semoga dengan sedikit ulasan tentang berbagai hal tentang tantangan bekerja dari rumah ini bisa membuat kamu yang sudah atau akan bekerja dari rumah bisa mengatasinya hingga tetap bisa bekerja dengan produktif dengan hasil yang memuaskan. Semoga !

 

Kerja dari Rumah Bukan Berarti Malas Kerja

IwanWahyudi.netKerja dari Rumah Bukan Berarti Malas Kerja. Nah, bahasan ini menurut saya penting banget, karena banyak orang yang masing mengindentikkan bahwa mereka yang bekerja di rumah itu pemalas, gak mau capek, dll. Tentu saya yang termasuk salahsatu di dalamnya gak setuju banget jika dianggap seperti itu, karena kenyataannya kebanyakan mereka yang bekerja dari rumah justru ingin bekerja lebih lama, meskipu memang dalam perjalanannya ada hal-hal yang bisa lebih diefektifkan sehingga mereka bisa bekerja lebih hemat waktu.

 

Malas kerja VS Gila Kerja ?

Sebenarnya mereka yang bekerja di rumah ini termasuk yang malas kerja atau gila kerja sih? Karena yang banyak orang melihat mereka yang kerja di rumah seperti itu-itu saja kegiatan setiap harinya. Mereka gak berangkat pagi, pulang sore seperti orang –orang kebanyakan. Tentu ini memberikan anggapan pada kebanyakan orang bahwa mereka tidak mau (suka, kuat, tahan) untuk bekerja 8 jam sehari seperti pekerja pada umumnya. Benarkah?

Mungkin ada benarnya juga. Ada yang memang sengaja bekerja di rumah karena jenuh dengan aktivitas rutin kebanyakan orang. Mereka ingin bekerja lebih santai sesuai dengan jam kerjanya sendiri. Misalnya saat mood maka jam kerjanya sangat panjang, bahkan mungkin sampai lupa makan dan tidur. Tapi saat tidak ada mood, ya pekerjaannya harus dihentikan dulu. Ada loh yang bekerja di rumah seperti ini. dan ini sah-sah saja karena apapun yang mereka lakukan resikonya juga mereka sendiri yang menanggungnya.

Tapi jangan salah. Ada juga lho yang bekerja di rumah karena mereka gila kerja. Ya, bagi mereka kerja 8 jam per hari itu kurang. Mereka bisa menambahnya hingga 2 kali lipat bahkan. Apalagi bagi mereka yang baru memulai usahanya, mereka rela mengurangi alokasi waktu yang lainnya untuk mewujudkan apa yang mereka cita-citakan.

Nah, Anda termasuk yang mana?

 

Seni Bekerja di Rumah

Bekerja di rumah itu ada seninya. Tentu karena ini bukan kantor, tapi tempat hunian, maka untuk mendapatkan waktu yang nyaman untuk bekerja memang kadang agak sulit. Kita harus tahu kapan waktu yang efisien untuk bekerja, apalagi bagi Anda yang masih mempunyai balita. Harus tahu waktu-waktu yang paling “aman” untuk bekerja tanpa hambatan.

Saya pribadi saat ini punya 3 anak yang usianya selisih kurang dari 3 tahun tiap anaknya, dan yang paling besar berusia 5 tahun 6 bulan. Bisa dibayangkan kan bagaimana sulitnya untuk fokus bekerja saat salahsatu dari mereka ribut atau bahkan mengajak bermain? Anggap saja ini hiburan, karena memang yang menjadi kelebihan kita bekerja di rumah adalah kita bisa bertemu dan memantau anggota keluarga kita kapan saja. Tapi harus ada konsekuensinya, harus punya waktu lain untuk menggantinya.

Misalnya Anda tidak bisa bekerja maksimal pada pagi-siang hari, maka gantinya bisa di malam hari. Dan ini memang harus komitmen setiap harinya. Karena itulah saya pribadi dalam bekerja tidak bisa terpaku pada jam, misalnya jam sekian sampai jam sekian harus bekerja, dll karena memang kondisi di rumah tidak memungkinkan untuk itu. dijalani saja, nanti lambat laun kita akan terbiasa dengan cara kerja seperti ini.

 

Pentingnya Target Kerja

Karena jadwal bekerja yang sangat fleksibel seperti dijelaskan diatas itulah, maka yang harus ditetapkan adalah terget kerja per hari. Dan target ini bisa kita kerjakan kapan saja saat kita di rumah. Misalnya untuk mengerjakan sebuah buku, maka dalam sehari saya harus bisa membaca buku sekian halaman dan menulis sekian halaman. Itu semua harus ditetapkan secara detail supaya setiap harinya ada progress dalam pekerjaan kita.

Atau misalnya yang bekerja di rumah sebagai blogger, harus ditetapkan targetnya dalam sehari harus berapa postingan yang harus ditulisnya. Tentu ini semua butuh komitmen yang sangat tinggi karena memang tidak mudah untuk bisa meluangkan waktu rutin setiap harinya untuk cepat mendapatkan ide dan menuliskannya dalam sebuah atau beberapa blog. Tapi itulah yang harus dilakukan agar blog yang kita miliki mempunyai nilai dan pengunpung setia setiap harinya.

Karena itu kadang saat asyik menyelesaikan target harian saya malas sekali untuk keluar rumah. Berasa dalam sehari ada “golden time,” yaitu saat anak-anak semua tidur dan kondisi di rumah sedang dalam keadaan sunyi senyap. Nah ini nih yang sebenarnya dicari-cari penulis untuk bisa mengalirkan idenya dalam tulisan! Bagi saya yang bekerja di rumah waktu seperti ini sangat mahal. He….

Jadi, coba buat target kerja per hari. Tidak perlu banyak, yang penting terukur. Artinya apa? Tentu target yang kita tuliskan itu masuk akan bagi kita untuk melakukannya. Lebih baik mempunya target yang rendah tapi kita konsisten melakukannya dibanding target yang tinggi tap hanya bisa melakukannya dalam beberapa hari saja. Bagi saya ini juga bisa menjaga mood kita. kadang dengan target yang sangat tinggi, hari berikutnya kita merasa terbebani, malas akhirnya tidak melakukan apa-apa sama sekali di hari itu. Rugi kan?

Nih contohnya misalnya dalam menulis buku yang kita tergetkan adalah 20 halaman. Mungkin untuk beberapa hari itu bisa dilakukan, tapi seterusnya tentu terbebani dengan target yang sebanyak itu. beda jika yang kita targetkan hanya 5 – 10 halaman per hari, ini tentu sangat mungkin dilakukan di rumah ambil kita menyiapkan bahan tulisan untuk hari berikutnya. Iya kan?

Tapi jangan juga kita terlalu malas, hingga target yang kita tetapkan terus rendah tanpa ada peningkatan. Rugi waktu lah kalau seperti itu. diawal mungkin bisa ditergetkan cukup 5 halaman, setelah berjalan normal dan melakukannya sangat mudah, bisa ditingkatkan lagi menjadi 10 halaman. Jika target ini juga dirasa mudah maka kita bisa tingkatkan terus setiap waktunya. Yang penting terukur atau sesuai dengan kemampuan kita. dalam hal ini mampu pikiran, waktu dan tenaga untuk mengerjakannya.

Target dalam bekerja ini juga bisa diakumulasi saat Anda terpaksa tidak bisa melakukannya. Lha iyalah, kalau tegang-tegang banget ngapain kita kerja di rumah? Misalnya nih ada kepentingan yang mendesak sekali, sehingga di hari itu kita tidak sempat untuk menulis atau bahkan menyentuh laptop/ PC sama sekali, maka solusinya adalah menggabungkan tanggungan terget harian kita di hari yang lainnya. Ini juga bisa dilakukan supaya kita tetap manjaga semangat bekerja kita, jadi setiap kali ada yang terlewat, maka kita harus menggantinya di hari yang lain.

Ok, sekian dulu pembahasan kali ini tentang anggapan, Apakah mereka yang kerja di rumah berarti malas kerja? Sudah coba saya jawab dengan memberikan sedikit pengalaman dari saya sendiri bagaimana cara saya kerja di rumah.

Semoga sharing tentang pembahasan ini bermanfaat ya. Anda bisa membaca pembahasan lain tentang kerja dari rumah di artikel lain di blog ini. Silahkan komen dan share artikel ini jika bermanfaat. Terima kasih sudah berkunjung ke blog sederhana ini.