Tag Archives: work at home

Syarat Menjadi Penulis adalah Mengalokasikan Waktu Khusus Menulis

Pembahasan kita kali ini adalah tentang Syarat Menjadi Penulis adalah Mengalokasikan Waktu Khusus Menulis. pembahasan ini penting bagi kamu yang ingin menjadi penulis. Karena banyak orang yang mengatakan bahwa penulis adalah profesi yang fleksibel. Tapi mengapa banyak orang gagal menjadi penulis?

Untuk menjawabnya kita harus bisa menguraikan dulu apa-apa yang ada pada anggapan banyak orang dengan kenyataan yang harus dilakukan seseorang untuk menjadi penulis.

Bagi sebagian besar orang beranggapan bahwa:

  • Menulis itu mudah
  • Menulis itu enak. Kerjanya santai, bisa dimana dan kapan saja

Tapi kenyataannya jumlah penulis yang eksis saat ini di Indonesia tidak banyak. Jika pun ada banyak, sebagian dari mereka biasanya menjadikannya sebagai profesi sampingan, bukan full time writer.

Mengapa banyak orang gagal menjadi penulis ?

Menurut saya pribadi, karena salah kaprah tentang profesi menulis. jadi, mereka memilih profesi menulis dengan harapan bisa santai, tanpa target yang jelas, bisa apa saja bebas yang penting tetap bisa mendapatkan penghasilan dari profesi menulisnya.

Nah, ini sebenarnya yang membuat banyak orang gagal menjadi penulis. Karena apa yang ada dibayangan mereka adalah yang enak-enak saja. Padahal bagaimana sebenarnya profesi penulis itu?

Saya pribadi menjalani profesi penulis ini dengan nyaman, santai, enjoy dan fleksibel. Tapi satu hal yang harus diingat, babhwa saya punya target harian yang harus dicapai. Misalnya dalam satu hari saya harus menulis sekitar minimal 10 halaman untuk buku dan 1 artikel dengan panjang minimal 700 kata. itu adalah target minimal, bisa lebih dari itu tentu lebih baik lagi.

Kenapa harus ada target?

Karena saya punya tanggung jawab pada klien saya. Tidak mungkin saya hanya bersantai-santai, sedangkan saya dibayar untuk menyelesaikan sebuah atau beberapa proyek penulisan buku.

Bagaimana pembagian waktu bagi kita yang sudah memutuskan diri menjadi penulis?

Pertanyaan ini penting untuk dijawab. Bagi saya jika kamu mennjadikan profesi menulis sebagai sampingan, dengan kemampuan menyelesaikan satu buku dalam 3 bulan, maka kamu binya menyisihkan waktu sekitar 2 jam setiap harinya untuk menulis.

Tapi jika kamu sudah memutuskan untuk menjadikan profesi penulis sebagai profesi utama, maka kamu harus siap untuk menyisihkan waktu sekitar 5 hingga 7 jam setiap harinya.

Apakah saya melakukannya ?

Iya hingga saat ini saya tetap melakukannya. Saya biasa mengalokasikan waktu pagi, sekitar jam 7 hingga jam 10 / 11. Lanjut lagi pada malam hari mulai pukul 8 malam hingga jam 10 / 11 malam.

Dengan mengalokasikan waktu seperti itu saya bisa menikmati waktu yang lainnya untuk berinteraksi dengan keluarga. Misalnya setelah sholat subuh, saya rutin jalan-jalan keliling komplek perumahan bersama istri dan anak-anak saya.

Begitu juga dengan sore hari setelah ashar hingga sebelum magrib, kami biasakan untuk bersilaturahim dengan tetangga sekitar. Ini saya lakukan karena saya sadar bahwa menulis adalah profesi yang sangat fleksibel, jadi saya bisa melakukannya kapan dan dimana saja. Dan untuk ini saya memilih rumah sebagai tempat bekerja saya. Sejatinya menulis membutuhkan tempat dan suasana yang nyaman, yang itu semua juga bisa saya dapatkan di rumah.

Bagi kamu yang sudah memahami bahwa Syarat Menjadi Penulis adalah Mengalokasikan Waktu Khusus Menulis, maka kamu akan menyadari bahwa dengan pekerjaan ini kamu bisa melatih membagi waktu, karena kamu harus bisa seimbang; bisa membagi waktu untuk keluarga dan tetap menyelesaikan dateline penulisan dengan tepat waktu.

Awalnya memang tidak mudah, apalagi jika kamu sudah berkeluarga dan harus membantu istri dengan berbagi tugas dalam keluarga. Tapi hal itu akan terbiasa dengan sendirinya. Saya pribadi merasa dengan alokasi waktu menulis seperti saat ini, dengan menyisakan 5 hingga 7 jam sehari, sudah merasa cukup untuk membaca buku, melakuan riset data dan menulis sesuai target sebagaimana yang saya sebutkan diatas. Apalagi saat ini saya juga haru meluangkan waktu untuk membuat video yang saya posting di chanel youtube saya, Iwan Wahyudi Net, setiap 2 hari sekali.

Artikel ini akan terus bertambah sesuai dengan bahasan yang ada di dalamnya. Jadi, jangan lupa untuk terus berkunjung ke blog ini. Sekian pembahasan kita kali ini tentang Syarat Menjadi Penulis adalah Mengalokasikan Waktu Khusus Menulis.

 

 

Untuk lebih jelasnya silahkan simak video berikut …..

Ayo Bersinergi – Sinergi Penulisan 1

Saat ini saya sudah memiliki belasan blog yang mayoritas hanya untuk menawarka jasa penulisan. Aneh memang mungkin bagi sebagian orang, tapi bagi saya ini adalah keterlanjuran yang kelak bermanfaat, atau boleh lah menyebutnya “kesalahan berfaedah.”

Aneh kan, atau mungkin baru mendengarnya saat ini? saya juga kok, tapi detailnya begini. Dulu, 6 tahun yang lalu, 2013, saya memulai semuanya dari awal. Tanpa guru, teman apalagi mentor. Dalam anggapan saya untuk setiap kali pencarian di Google yang muncul adalah nama domain. Dan itu memang terjadi saat itu, jujus saya baru buat blog usia seminggu bahkan kurang, dengan keyword on domain bisa muncul di page one Google, bahkan nomor satu. Hehehe…

Tapi itu dulu, saat mungkin masih jarang yang mengoptimasi blog dengan menyesuaikan alogaritma Google. Kini semuanya sudah berubah. Setiap orag lebih memilih branding daripada harus memaksakan punya keyword on domain. Dan saya akui blog saya yang awalnya number one google pun kita mulai digeser oleh blog-blog yang benar-benar memperhatikan apa-apa yang disukai Google.karena jujur dengan punya belasan blog, saya malah kurang fokus, bahkan jarang update artikel, akibatnya posisi blog denganjumlah yang banyak ini malah kalah diberbagai kata kunci.

Kecewa?

Tentu tidak. Karena saya ingat awal saya mendirikan blog ini ternyata bukan hanya untuk memenangkan jasa penulisan saya, tapi lebih pada untuk membangun komunitas penulis pemula, yang mungkin saya bolehdibilang salahsatu di dalamnya. Tepatnya saya ingin memberikan informasi pada mereka yang awal-awal menulis, bagaimana cara mendapatkan penghasilan sebagai penulis freelance.

Defiinisi freelance juga disini bukan dalam artian lepas yang kadang dapat job, kadang  tidak, bukan begitu. Tapi saya akan berbagi bagaimana saya kini Alhamdulillah bisa menjadi “survive writer.” Nah tuh kan ada istilah baru lagi apa lagi ini?

Begini, saya mau jujur bahwa mungkin banyak masyarakat indonesia yang saat ini masih menganggap profesi menulis bukan profesi serius yang bisa digeluti sebagai profesi yang menghasilkan. Bahkan jika boleh saya menyebutnya sebagai profesi utama. Tapi memang untuk menjadikan profesi ini menjadi menghasilkan / utama memang butuh proses yang tidak mudah, tapi jika mau kita semua bisa meraihnya.

Saya pribadi bukan seorang yang datang dari pendidikan berlatar belakang sastra, saya adalah pendidik, tepatnya seorang guru. Tapi Alhamdulillah perjalanan hidup saya seakan menuntun saya untuk menjadi penulis, baik dalam bentuk buku dan blog. Dengan dua platform inilah hingga saat ini saya bersyukur bisa hidup cukup di kota satelit Jakarta, Bekasi.

Kembali lagi pada blog saya yang ada beberapa khusus penulisan itu nantinya akan saya buat ajang berbagi khususnya bagi adik-adik yang ingin mendapatkan kesempatan menjadi penulis freelance. Tanpa harus membuat blog sendiri, membayar domain dan hosting setiap tahun, dll. Cukup dengan mengirim contoh tulisan dan memberikan kontak yang bisa dihubungi kepada saya.

Untuk apa?

Cara ini yang saat ini saya jalani untuk melakukan marketing jasa penulisan. Jadi calon klien tahu, jika penulis itu ikut dalam tim saya, untuk memakai jasanya bisa melalui saya, sebagai agensi sekaligus support marketing baik online dan offline (merekomendasikan sesuai kapasitas).

Tujuannya adalah supaya di setiap daerah ada penulis yang bisa mmebantu calon klien yang ada di daerahnya sendiri. Jarak yang dekat lebih memungkinkan intensitas pertemuan, sehingga lebih bisa menghasilkan tulisan yang baik.

Kenapa ini saya buat?

Tentu ada alasan yang kuat, diantaranya dengan adanya beberapa orang yang bertanya,

“Pak Iwan, ada cabang di Surabaya, kah”

“Pak Iwan ada tidak yang bisa bantu penulisan untuk daerah Pondok Labu, Jakarta Selatan?”

“Pak Iwan ada referensi tidak penulis yang berasal dan paham latar belakang Jawa Tengah, khususnya Keraton …..?”

Nah, memang kemauan klien sampai sedaitail itu, dan pastinya saya tidak bisa melakukannya seorang diri.

Jika Anda, adik-adik yang punya bakat dan kemampuan menulis ingin bergabung dengan saya, silahkan hubungi kontak saya ya, saya tunggu.

 

 

Semoga bermanfaat dalam berbagi.

Untuk detailnya saya akan jelaskan di postingan berikutnya di kategori yang sama di blog ini.

 

sinergi penulisan di Indonesia

 

 

Kerja di Rumah Sebagai Penulis, Sambil Kerja Membantu Istri Menjaga Anak

Artikel kali ini saya akan membahas bagaimana kerja saya di rumah sebagai penulis, yang meski saya sebagai penulis freelance, saya tetap bisa membantu istri menjaga anak di rumah. Semoga artikel ini bisa menginspirasi teman-teman, khususnya yang ingin bekerja di rumah.

Setiap orang berbeda satu sama lain dalam memilih pekerjaan. Ada yang lebih bisa konsentrasi dengan bekerja di kantor, ada juga yang lebih nyaman bekerja dengan suasana yang santai, misalnya di rumah.

Artikel ini bukan untuk membanding-bandingkan, misalnya lebih baik mana bekerja di kantor atau di rumah. Tentu bukan untuk itu. Ini hanya untuk memberikan gambaran kepada teman-teman penulis, bahwa dengan kita fokus di dunia penulisan, tidak menutup kemungkinan kita bisa hidupa dengan layak, sebagaimana yang saya jalani hingga saat ini.

Banyak penyebab mengapa orang bekerja di rumah, tapi untuk saya pribadi adalah lebih untuk membantu istri saya menjaga anak-anak kami yang masih kecil. Tentu ini juga bisa saya lakukan dengan profesi saya sebagai penulis yang terbilang cukup fleksibel.

Dengan bekerja di rumah ini saya punya banyak waktu untuk berinteraksi dengan keluarga. Misalnya pagi dan sore saya biasanya menemani anak-anak untuk bermain di sekitar rumah. Pada malam harinya sebelum tidur biasanya mereka menggambar atau mewarnai. Saat itu juga saya mengajari mereka sebagai penutup kegiatan sehari-harinya.

Menulis memang bisa dikatakan sebagai profesi yang sangat fleksibel. Karena itu saya bersyukur, dengan tetap menjadi seorang full time writer seperti saat ini, saya tetap bisa menemani keseharian anak-anak saya di rumah.

Di video ini kamu bisa melihat bagaimana kegiatan sehari-hari saya, selain menulis. Silahkan menonton ya ….