Algoritma Sosial Media yang Harus Kita Ketahui

Algoritma sebagian besar sosial media bekerja berdasarkan engagement berupa like, comment dan share. Jika bisa memenuhi itu, maka sebuah video sudah bisa muncul pada hasil penelusuran dengan tingkat kompetisi rendah. Disini pentingnya fungsi follower. Tapi follower juga ada kelasnya; yang loyal, yang aktif dan yang pasif. Follower yang bagus itu yang loyal dan aktif (responsif).

Tapi untuk muncul pada 10 besar hasil penelusuran yang kompetitif, butuh tambahan skor, tergantung jenis platform. Misalnya youtube, dimana high retention view dapat meningkatkan autoriti video sehingga bisa bersaing dengan video lain yang sejenis. Di sini pentingnya strategi membuat video, selain pemilihan konten dan cara penyajian konten yang menarik.

Buat yang baru mulai masuk ke sosial media, bisa pake rumus ini:

  1. Aksi

Mmulailah membuat konten yang menarik. Pelajari juga jam-jam kapan orang mulai cari ‘hiburan’ yaitu ketika mereka browsing, searching, dll. Siapa tau konten Anda ‘tak sengaja’ ditemukan oleh mereka.

  • Distribusi:

Sebarkan, supaya orang-orang tahu bahwa Anda punya info (konten) yang bagus/menarik. Cara menyebarkan bisa dengan berbagai cara dan melalui berbagai media.

  • Reaksi:

Semakin gencar distribusi akan mengundang banyak reaksi. Reaksi dalam bentuk like, comment. Bisa jadi nanti ada juga yang bantu distribusi (share). Sebagian kecil akan jadi follower kamu. Seberapa banyak reaksi yang masuk, tergantung seberapa gencar distribusimu dan topik kontenmu.

  • Interaksi:

Jangan lupa untuk terlibat dengan audiens kamu, kasih like dan balas komen supaya mereka merasa dihargai. Itu salah satu cara membuat mereka mengingatmu, sehingga mereka akan datang kembali.

Sekilas memang mudah ya. Tapi kenyataannya tidak semudah itu. Di social media itu yang dibutuhkan adalah komitmen. Memang sekilas kerjanya sepele; hanya posting, share dan balas interaksi. Tapi dalam prakteknya sehari-hari tidak mudah melakukannya, karena kebanyakan orang ber-sosial media hanya sibuk scroll tanpa melakukan hal-hal penting diatas.

Bagaimana Cara Menulis Buku Pertama ?

Menulis Buku Pertama bukan hal mudah bagi setiap orang. Harus ada tips dan trik khusus untuk bisa menyelesaikan buku perdana yang bisa menjadi gerbang bagi tertulisnya buku-buku selanjutnya.

Apakah tips dan trik itu?

Setidaknya ada beberapa point yang bisa menjadi pertimbangan, yaitu:

  1. Menulis sesuatu yang kita kuasai
  2. Menulis yang Terterdekat dengan kita

Berikut saya tuliskan Cara Menulis dan Membuat Buku Pertama Serta Panduan Lengkapnya, dengan harapan Anda akan mudah untuk memahaminya.

Yuk silahkan dibaca ya,

  1. Proses Menulis Buku

Pernah merasa tertekan saat akan menulis? Dengan berbagai alasan; belum biasa, kurang banyak membaca, kurang pengalaman atau apalah itu. Lalu, bagaimana jika Anda dihadapkan pada kenyataan menulis sebuah buku? Wah kebayang lagi giman lebih bingungnya, ya kan? Iya iya lah. Lha wong nulis artikel saja punya banyak alasan untuk menghindar, apalagi nulis buku yang tentunya berat berkali-kali lipat dari nulis artikel. Nah, dalam artikel ini saya akan membahas tentang bagaimana Cara Menulis Buku Pertama Berikut Panduan Lengkapnya. Menarik kan? Yuk kita mulai pembahasannya.

Menulis Artikel VS Menulis Buku

Nulis buku itu memang tidak mudah. Saya ulangi, Tidak Mudah. Kenapa? Karena kita harus bisa mengaitkan satu tulisan yang kita buat dengan tulisan lainnya. Anggap saja tulisan yang kita buat dalam satu judul itu artikel, maka buku ini harus menggabungkan banyak artikel dengan panjang yang lumayan untuk saling terkait membentuk satu cerita dan alur yang menarik.

Masalahnya adalah bagi Anda yang tidak terbiasa menulis, ini  menjadi semacam ujian berat dalam hidup. Hahahha.

Ya, jika menulis artikel adalah ujian kecil yang mungkin mudah dilewati dalam satu atau beberapa hari saja, menulis buku ini bisa satu atau beberapa bulan. Bahkan mungkin tahun atau seumur hidup, karena saya yakin banyak orang yang hingga meninggal tidak menulis buku sama sekali.

Kan pernah nulis skripsi? Eh… jangan salah skripsi berbeda dengan buku. Karena buku biasanya  ditulis karena ingin sharing sesuatu yang berguna, sedangkan skrips ditulis biasanya karena kewajiban akademik, juga tuntutan dari orang tua dan mertua, Ups…benar kan?

Seberapa sulit sih?

Sebagai gambarannya untuk menulis artikel maka kita harus mendapatkan point-point dan bahan penulisan serta alurnya. Ya, dalam penulisan artikel yang jumlahnya biasanya minimal 1 halaman A4 harus mengandung tiga unsur tadi. Nah, masalahnya dalam penulisan 1 judul (sub bab) buku, kita harus menulis minimal 2 halaman bahkan lebih. Llebih panjang setiap judul dalam setiap bab buku biasanya lebih menarik, karena biasanya lebih lengkap dan detail.

Itu baru satu judul, bagaimana jika kita harus menulis banyak judul yang semuanya harus ada keterkaitan satu sama lain? Tentu bukan hal yang mudah bukan? Karena itu penting untuk mengetahui bagaimana cara dan panduan menulis buku pertama sebagaiman yang akan kita bahas dalam artikel ini.

Menulis Buku Membutuhkan Niat yang Kuat

Apa niat awal Anda menulis?

Saya perlu menanyakan ini karena jawaban Anda akan berpengaruh pada bagaimana buku Anda nantinya. Jika Anda niat menulis buku untuk formalitas, misalnya untuk kenaikan pangkat, jabatan, dll pasti akan berbeda dengan saat Anda menulis buku untuk membranding diri Anda di public.

Tidak bisa dipungkiri bahwa niat dan tujuan orang menulis buku memang berbeda-beda. Karena itu penting untuk mengetahui hal ini dengan jelas serta bagaimana teknik dan proses penulisan bukunya selanjutnya. Pada penulisan dengan niat pertama, biasanya yang menjadi pedoman adalah waktu dan jumlah halaman, tentunya dengan tetap memperhatikan kaidah penulisan buku yang baik dan benar. Sedangkan pada utnuk buku kedua, tidak mudah untuk membranding seseorang apalagi jika sebelumnya belum dikenal banyak di tengah public. Harus cocok antara konten, cara dan sasarannya karena ini akan mempersepsikan kesan di tengah masyarakat.

Menulis Buku Membutuhkan Semangat

Untuk menulis artikel yang hanya satu atau beberapa halaman saja dibutuhkan semangat yang kuat. Apalagi untuk menulis buku yang jumlah halamannya lebih banyak. Dibutuhkan semangat yang lebih besar lagi agar buku yang kita inginkan bisa terwujud.

Caranya?

Bayangkan bagaimana perasaan Anda saat buku yang akan Anda tulis selesai. Misalnya dengan buku itu Anda bisa memenuhi syarat tertentu untuk kenaikan karir Anda di perusahaan / instansi tempat Anda bekerja. Atau denan buku pertama ini Anda bisa membagikan berbagai hal bermanfaat yang ke depannya tentu akan lebih semangat lagi untuk menulis buku.

Cara ini sangat efisien dilakukan, karena setidaknya kita bisa melewati masa-masa sulit dalam proses penulisan buku, misalnya proses pengumpulan bahan dan data yang sulit, wawancara yang melelahkan serta proses transkrip wawancara yang membosankan. Belum lagi proses rewriting yang membutuhkan konsenstrasi penuh. Semua itu memang sangat memberatkan saat kita tidak punya gambaran positif saat apa yang kita lakukan dalam proses menulis ini nantinya membuahkan hasil (buku pertama kita selesai).

Menulis Buku Membutuhkan Waktu

Nah, ini sebenarnya adalah modal utama dalam menulis, waktu. Ya, saat Anda akan menulis Anda harus rela meluangkan waktu yang tidak sebentar. Normalnya menulis 1 buku itu membutuhkan waktu 2-3 bulan dengan tebal buku jadi sekitar 100 – 150 halaman. Itu dengan catatan tidak ada sesuatu yang menghambat atau dengan kata lain proses pengumpulan bahan, penulisa dan editing berjalan dengan lancar.

Luangkan Waktu Khusus untuk Menulis

Menulis adalah proses kontemplasi, saat Anda memamah biahkan kata-kata dari apa-apa yang pernah And abaca sebelumnya. Saat proses itulah dibutuhkan konsentrasi penuh. Karena itu sebaiknya proses menulis dilakukan saat Anda merasa rileks dan tenang tanpa ada gangguan apapun. Misalnya saya yang seorang full time writer, meski sehari-hari saya ada di rumah, tapi saya memilihh waktu untuk menulis saat pasukan kecil saya terlelap tidur. Karena tahu sendiri bagaimana sukanya anak balita melihat laptop ayahnya yang sedang terbuka. Iya kan?

  1. Hal Teknis Sederhana dalam Penulisan Buku

Pilih Jenis Buku yang Akan Ditulis

Sebelum mulai ngegas nulis buku dengan semangat 45 nih, Anda harus menentukan dulu, jenis buku apa yang akan ditulis. Ini sangat penting, karena dengan mengerti jenis buku yang akan ditulis setidaknya kita punya gambaran; bagaimana buku kita nantinya, bahan apa saja yang kita butuhkan, bagaimana cara menulisnya dan setidaknya ada contoh buku referensi yang sudah jadi.

Perbanyak Referensi untuk Menulis

Bagi seorang penulis pemula, mungkin yang paling sulit dalam menulis adalah proses menulis itu sendiri (rewriting). Padahal sesungguhnya jika kita sudah terbiasa menulis, maka proses yang sangat penting lainnya adalah saat pengumpulan bahan.

Mengapa?

Karena dengan bahan yang sedikit, bisa dipastikan proses penulisan buku akan terkendala. Tapi biasanya kebanyakan penulis pemula sangat terburu-buru saat melakukan proses ini, karena mereka merasa apa yang mereka dapatkan sudah banyak. Padahal saat proses menulis mereka baru menyadari bahwa bahan-bahan yang didapatkan ternyata tidak semuanya layak untuk ditulis.

Maka penting saat proses pengumpulan bahan ini untuk mengakomodir semua bahan sebanyak mungkin. Tidak terbatas pada wawancara dan bahan tertulis, bahkan foto-foto, ijazah dan sertifikat penghargaan pun bisa memperkaya tulisan.

Membuat Outline

Outline adalah daftar point-point penulisan yang akan digunakan untuk panduan dalam menulis. Outline ini bisa disebut juga sebagai daftar isi buku sementara yang dalam proses penulisan buku bisa berubah-ubah sesuai kebutuhan.

Jika Anda ingin membuat outline, bisa melihat pada daftar isi buku yang sudah jadi. Pelajari dengan seksama bagaimana daftar isi dibuat oleh penulisnya. Misalnya untuk oultline buku autobiografi Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Madji, maka yang ditulis adalah bagaimana;

  1. Latar belakang keluarganya
  2. Masa kecilnya
  3. Masa remaja
  4. Saat menuntut ilmu di Mesir
  5. Saat menjadi anggota DPR
  6. Saat menjadi Gubernur NTB
  7. Apa yang dilakukan dalam memajukan NTB

Secara garis besar online awalnya seperti itu. Kita bisa melihat bahwa sebenarnya dengan outline ini kita harus terbantu untuk mengembangkan tulisan kita. Bukan sebaiknya.

Outline Dulu atau Referensi Dulu?

Ada yang bertanya kepada saya, lebih baik mana membuat outline dulu atau mencari referensi dulu?

Jawabannya adalah semuanya sama-sama baik. Karena sifat outline adalah sementara. Di awal kita boleh membuat outline dengan menulis idealnya buku kita membahas apa saja, tapi dalam proses penulisan, outline ini sah-sah saja jika berubah, karena mungkin ada beberapa point dalam outline yang kita tidak mendapatkan referensinya. Atau melakukan perubahan agar pembahasan buku lebih menarik, mudah  dipahami, dll.

Perlu diingat referensi dalam penulisan buku bukan hanya bahan yang akan kita pakai untuk menulis, tapi juga buku sejenis yang bisa kita buat contoh untuk penulisannya. Ada banyak macam buku yang bisa dijadikan referensi. Jadi misalnya akan menulis buku tentukan hal ini.

Misalnya:

Akan menulis buku apa? Kisah hidup

Detailnya ? Buku autobiografi

Contohnya seperti apa? Buku …… (buku autobiografi tokoh yang sudah ada)

Perbanyak Referensi Tapi Punya Gaya Sendiri

Dengan banyak punya referensi buku, baik untuk bahan maupun contoh penyajian, maka kita akan semakin mudah untuk menulis buku pertama. Mempunyai banyak referensi sangat perlu, tapi kita juga harus punya gaya bahasa sendiri.

Menulis ada kegiatan kreatif, jadi semakin orisinil tulisan kita akan semakin baik. Buku-buku yan kita baa bisa jadi mempengaruhi perbendaharaan kata kita, tapi jangan sekali-kali untuk meniru gaya bahasa penulis lain. Miliki gaya penulisan sendiri. Dengan ini kelak pembaca akan menganali gaya bahasa kita.

Pisahkan antara Menulis dan Mengedit

Salahsatu kendala menulis yang hingga saat ini banyak dilakukan orang adalah ingin menulis dengan sempurna, tanpa ada salah sama sekali. Saat itulah mereka melakukan kesalahan besar. Karena menulis sejatiny adalah kegiatan bawah sadar kita untuk menuliskan kembali apa yang kita baca, lihat, dengar dan rasakan. Saat Anda berusaha untuk menghasilkan sesuatu yang bagus dengan sekali tulis (tanpa edit), maka Anda akan terjebak pada kondisi takut salah yang mengakibatkan Anda salah terus.

Lalu bagaimana solusinya?

Saat menulis ya menulis saja. Jangan perhatikan; salah ketik, ejaan, kata per kata, kalimat per kalimat. Apa yang ada dalam hati dan kepala Anda keluarkan semua. Karena sebenarnya ini yang membuat sebuah tulisan mengalir. Tidak terhambat dengan perasaan takut salah.

Done is Better Than Perfect

Ini buku pertama. Jangan pernah mengharap buku pertama langsung bagus dan mendapat respon yang tinggi. Apalagi jika sebelumnya Anda belum terbiasa menulis. Memang ada seorang yang sekali menulis buku langsung mendapat respon yang baik dari masyarakat. Tapi ingat itu buku pertamanya, tapi bukan tulisan pertama.

Lalu bagaimana dengan buku pertama ini?

Yang utama adalah selesaikan dulu tugas Anda untuk misi penulisan buku pertama ini. saat misi pertama selesai, Anda otomatis akan punya semangat lagi untuk menulis buku kedua. Biasanya seperti itu. Buku kedua, ketiga dan selanjutnya biasanya lebih baik hasilnya, bahkan untuk pengerjaannya pun biasanya lebih efektif. Ya, Anda sudah punya pola menulis sendiri; kapan waktu yang nyaman bagi Anda menulis, bagaimana cara Anda mencari bahan tulisan di toko buku, perpustakaan, online, dll. Atau saat Anda menggunakan bahan dari wawancara, Anda tahu bagaimana cara mewawancara yang baik, cara transkrip yang efisien dan menulis naskah dengan lebih baik.

Baca Ulang dan Hidupkan Lagi

Saat penulisan selesai, coba untuk membaca ulang lagi. Koreksi kesalahan ketik per kata, kalimat, paragraph. Lakukan semampu Anda. Atau jika Anda ingin hasilnya lebih baik, Anda bisa menggunakan jasa editor yang lebih kompeten untuk mengedit tulisan.

  1. Proses Membuat Buku

Bagaimana cara membuat buku pertama ? sebenarnya pertanyaan ini sama dengan bagaimana mencetak buku pertama? Namun jika pertanyaan tetap seperti itu, maka Anda yang hanya membaca sekilas artikel dan sampai pada point ini, maka harus membaca ulang dari atas lagi. Semangat ya. He……

Untuk mencetak buku pertama kalinya, biasanya kebiasaan orang awam dengan percetakan. Bahkan ada yang tidak bisa membedakan antara percetakan dan penerbitan. Mudah seperti ini, penerbitan adalah usaha yang terdiri dari beberapa orang yang tugasnya menjadikan buku Anda dalam bentuk desain (adanya konten tulisan, lay out dan kover). Sedangkan percetakan adalah usaha yang bergerak dalam hal cetak-mencetak barang, salahsatunya adalah buku. Atau dengan lain penerbitan berkaitan dengan editing dan desain, sedangkan percetakan berkaitan dengan fisik buku.

Bagaimana cara mencetak buku yang efisien?

Caranya adalah dengan mencetaknya sesuai kebutuhan. Jika Anda membutuhkan hanya untuk syarat kenaikan pangkat jabatan / profesi, maka Anda cukup mencetaknya sejumlah yang diminta lembaga Anda dengan dilebihkan sebagai arsip. Begitu juga saat Anda membutuhkannya untuk buku ajar, maka Anda bisa mencetak sejumlah anak didik yang akan menggunakan buku Anda. Atau bagi Anda seorang motivator, dll yang membutuhkan dalam jumlah yang banyak, sebaiknya pertimbangkan opsi cetak lebih banyak harga lebih murah yang umum di berikan oleh percetakan. Intinya cetaklah buku sesuai kebutuhan Anda.

Mungkin cukup sekian pembahasan kita tentang  Cara Menulis dan Membuat Buku Pertama Serta Panduan Lengkapnya. Pembahasan dalam artikel ini akan terus saya tembah sesuai pertanyaan dari Anda yang masuk ke kontak saya. Jadi, jangan pernah bosan untuk berkunjung ke blog ini ya, dan sekedar klik artikel yang pernah Anda baca. Ok semoga sharing kali ini bermanfaat bagi Anda yang ingin mempunyai buku pertama. Tetap semangat menulis !

Untuk Cara Menulis Buku Pertama sudah saya buatkan videonya. Ini dia ……

Sedangkan untuk Cara Menulis dan Membuat Buku Pertama, ini videonya …….

Jangan bosan untuk berkunjung ke artikel ini. Karena dengan bertambahnya pengalaman dan informasi yang saya terima, saya akan menambah detail artikel ini.

Dapatkan cara menulis buku lainnya dengan mengunjungi blog saya, PenulisKreatif.com

Semoga bermanfaat.

Buku Pertama, Sebaiknya Menulis tentang Apa?

Menentukan buku pertama yang akan ditulis adalah hal yag sulit bagi sebagian orang. Karena banyak yang beranggapan bahwa buku adalah cerminan bagaimana penulisnya. Hal itu relatif, bisa benar atau tidak tergantung niat awal kita dalam menulis.

Bagi saya apa yang akan ditulis ditulis saja, tanpa perlu banyak pertimbangan. Toh, jarang sekali mereka yang dikenal sebagai penulis setelah menyelesaikan buku atau tulisan pertamanya. Ini artinya apa? Tentu saja tidak bisa kita mengharapkan tulisan kita langsung bagus dari pengalaman pertama.

Harus ada usaha beberapa kali sobat, dan kalaupun dalam kesekian kali gagal itu jangan pernah berhenti untuk mencoba. Jadi, harus tetap semangat ya?

Ok, sebagaimana pembahasan kita sebelumnya tentang buku apa yang pertama ditulis? saran saya tetap buku yang isinya kalian benar-benar mengusai tentang hal itu. Bisa tentang bidang tertentu, hoby, pengalaman, pemikiran, dll yang penting kalian memang benar-benar bisa “diandalkan” untuk hal itu.

Jika buku pertama ini telah rampung, lalu buku apa selanjutnya?

Boleh dengan menulis bahasan yang banyak disukai pembaca, misalnya tentang kemanusiaan, drama kehidupan, hal aneh/ ganjil dan hal yang berguna (tips atau tutorial).

Mengapa pilihan ini dilakukan pada buku kedua, karena jika kalian sudah menulis buku pertama, kalian akan tahu bagaimana ritme menulis kalian. Dengan ini bisa menjadi bekal untuk menyelesaikan buku kedua dan selanjutnya.

 

Buku yang Banyak Disukai Pembaca

 

Cara Menulis Buku Sampai Terbit di Penerbit Pilihan. Bagaimana Tahapannya?

Pembahasan kita kаlі ini аdаlаh tеntаng cаrа menulis buku sampai terbit. Pеmbаhаѕаn ini ѕаngаt реntіng, terutama bagi Andа yang bаru memulai untuk mеnulіѕ, mеѕkі tіdаk semua оrаng іngіn menulis buku untuk diterbitkan penerbit (аdа tujuan уаng lаіn), tарі реmbаhаѕаn kіtа kаlі іnі fоkuѕ pada реmbаhаѕаn ini. Ok, ѕudаh ѕіар untuk mеnуіmаknуа уа?

Hаruѕ dіаkuі bаhwа dіtеrіmа atau tidaknya buku уаng kita tulіѕ untuk mаѕuk ke реnеrbіt mеmаng tіdаk bisa dipisahkan dаrі kualitas іѕі naskahnya. Kаrеnа memang pada dasarnya untuk menerbitkan ѕеbuаh buku selalu yang mеnjаdі реrtіmbаngаn аdаlаh dаrі ѕіѕі kuаlіtаѕnуа nаѕkаhnуа. Inі аdаlаh syarat mutlаk, tарі ѕауаngnуа іnі tеntu mеnjаdі persoalan bаgі penulis pemula. Tарі іnі juga tidak mеnutuр kemungkinan bаgі ѕеоrаng реnulіѕ senior аtаu уаng sudah lama bеrkесіmрung dі bіdаng реnulіѕаn juga perlu untuk mеmреrtіmbаngkаn реrѕоаlаn kuаlіtаѕ buku уаng akan diterbitkan.

Sеlаіn аѕреk kualitas naskah, tenntu mаѕіh ada bаnуаk hаl уаng mеnjаdі fаktоr diterimanya naskah oleh реnеrbіt. Tарі tіdаk реrlu khawatir, араbіlа Anda menulis nаѕkаh buku dеngаn sangat bаіk, bukаn tidak mungkіn tulіѕаn уаng аndа аjukаn раdа реnеrbіt tеrѕеbut mendapat rеѕроn yang bаіk dаrі mеrеkа. Aраlаgі bіlа buku tеrѕеbut dіtunjаng dengan gауа bаhаѕа уаng bаіk. Kemungkinannnya dіtеrіmа oleh ѕеtіар реnеrbіt tеntu аkаn semakin bеѕаr рulа.

Tарі untuk mеnuju kеѕаnа mеmаng bukan hal уаng mudah. Karena раdа kenyataannya lеbіh bаnуаk реnulіѕ реmulа yang kurаng mendapat rеѕроn dari penerbit, раdаhаl mеnurut mеrеkа nаѕkаh уаng dіkіrіmkаn ѕudаh mеmеnuhі реrѕуаrаtаn sebuah реnеrbіt yang dіtuju.

Karena іtulаh аrtіkеl іnі ѕауа tulis, tujuаnnуа untuk mеmbеrіkаn gаmbаrаn umum tеntаng bagaimana sebagian nаѕkаh bіѕа dіtеrіmа оlеh ѕеbаgіаn bеѕаr penerbit, tentu dеngаn tujuаn untuk mеmbеrіkаn іnfоrmаѕі tаmbаhаn саrа menulis buku ѕаmраі terbit. Sеmоgа dеngаn membaca аrtіkеl ini nаntі Andа bіѕа mempertimbangkan dаn menambahkan lаgі apa-apa уаng ѕеkіrаnуа mеnjаdі nilai lеbіh nаѕkаh Anda hingga kеmungkіnаn tеrbіtnуа akan lеbіh bеѕаr.

Ok sudah ѕіар уа, kita mulаі реmbаhаѕаnnуа…

Mеnulіѕ Buku Sesuai Krіtеrіа Penerbit

Lаngkаh pertama уаng harus dilakukan untuk membuat tulіѕаn аtаu menulis naskah yang lоlоѕ terbit dі ѕеbuаh penerbit, аdаlаh dimulai dеngаn memperhatikan dеngаn ѕеkѕаmа apa ѕаjа kriteria уаng dііngіnkаn реnеrbіt. Sеtіар реnеrbіt memang memiliki krіtеrіа tеrѕеndіrі dalam standarisasi untuk menyeleksi naskah yang masuk. Tарі yang perlu diingat, ѕеbеnаrnуа pada dasarnya krіtеrіа уаng dіtеrарkаn оlеh kеbаnуаkаn реnеrbіt іtu hаmріr ѕаmа. Atаu dengan kata lаіn ѕесаrа gаrіѕ besar ѕеmuаnуа ѕаmа, hanya ѕаjа ada bеbеrара реrѕуаrаtаn yang berbeda, tapi itu ѕаngаt sedikit ѕеkаlі.

Bagaimana cara mеnulіѕ buku ѕаmраі terbit dеngаn mempertimbangkan kеіngіnаn реnеrbіt? Jika Andа іngіn mеnсірtаkаn buku yang nаntіnуа lоlоѕ tеrbіt ѕеbаіknуа kuasai teknik реnulіѕаn yang bаіk dan bеnаr. Setiap buku mеmіlіkі ѕіѕtеmаtіkа ѕеѕuаі dengan jеnіѕ nаѕkаh уаng dipilih. Sіѕtеmаtіkа реnulіѕаn buku аrtіnуа Andа mеmаhаmі struktur dalam mеnuаngkаn іdе dаn pemikiran.

Mіѕаlnуа dalam реnulіѕаn buku ѕеjаrаh, nаѕkаh buku ѕеbаіknуа dіtulіѕ bеrdаѕаrkаn реngеtаhuаn dаѕаr, metode уаng tepat dan ѕеjаrаh. Pеnulіѕаnуа рun harus tеrѕtruktur, mаkѕudnуа dalam buku tersebut tеrdараt pembagian уаng sesuai. Mіѕаlnуа аdа реmbаgіаn bаb, sub bab ѕаmраі реnutuр yang tераt. Aра tujuаnуа? Tentu saja dеngаn adanya реmbаgіаn уаng раѕ іnі раrа pembaca аkаn lebih mudah dаlаm memahami іѕі dаn maksud penulis buku dаlаm рrоѕеѕ реnulіѕаn bukunуа.

Adаkаh tahapan саrа mеnulіѕ buku ѕаmраі terbit lаіnnуа? Adа. Fаktоr lain yang mеnеntukаn adalah dipengaruhi оlеh kelengkapan іѕі naskah. Hаl іnі mеmаng terkadang dіаbаіkаn оlеh banyak реnulіѕ, раdаhаl jіkа kita sadari hаl ini ѕаngаtlаh реntіng. Kаrеnа dengan kеlеngkараn іѕі nаѕkаh yang baik, mаkа аkаn mеnjаdі nilai lеbіh уаng akan dіреrtіmbаngkаn реnеrbіt dаlаm mеlоlоѕkаn buku yang masuk kе mеrеkа. Kеlеngkараn іnі meliputi ѕumbеr dаtа dan bahan, narasi tulіѕаn dаn bіоgrаfі (уаng lеbіh pada kірrаh реnulіѕ di bidang реnulіѕаn selama іnі).

Prоѕеѕ Menerbitkan Buku kе Penerbit

Setelah рrоѕеѕ реnulіѕаn nаѕkаh ѕеѕuаі kriteria реnеrbіt dіlаkukаn, lаngkаh ѕеlаnjutnуа аdаlаh mеnеrbіtkаnnуа. Prоѕеѕ реngаjuаn naskah kе penerbitan ini bіѕа dіbіlаng gаmраng-gаmраng ѕuѕаh. Pasalnya аdа ѕеbаgіаn nаѕkаh уаng dіtеrbіtkаn ѕеtіар tаhunnуа, tapi bаnуаk juga уаng tіdаk lоlоѕ dеngаn bеrbаgаі реrtіmbаngаn dаrі pihak реnеrbіt. Jadi, mеmаng ѕеtіар реnulіѕ уаng mеngіrіmkаn naskahnya ѕudаh ѕеmаkѕіmаl mungkіn mеnjаdіkаn ара-ара уаng dіtulіѕnуа іtu ѕеѕuаі dengan krіtеrіа, tapi kеmbаlі lаgі yang mеnеntukаn lolos tіdаknуа adalah реnеrbіt.

Sаtu hаl уаng hаruѕ dіреrhаtіkаn adalah bаhwа реngаjuаn nаѕkаh kераdа penerbit ini tіdаk ada batasan waktunya. Jаdі, dari ріhаk penerbit tіdаk pernah memberitahu kita, kapan kаbаr untuk lоlоѕnуа nаѕkаh Anda аkаn diberitahukan. Umumnуа ѕеtеlаh реngаjuаn tersebut Andа masih hаruѕ mеnunggu wаktu раlіng сераt duа mіnggu. Tapi аdа juga yang hingga bulаnаn baru mеnеrіmа kаbаr dаrі реnеrbіtаn. Jіkа ѕаmраі lеbіh dаrі ѕаtu tahun tіdаk аdа kаbаr, kеmungkіnаn bеѕаr naskah уаng Andа kirimkan tidak lolos. Kаrеnа kеtаtnуа рrоѕеѕ seleksi dari penerbit іnі, mаkа Andа hаruѕ mеmреrhаtіkаn bаgаіmаnа kriteria уаng diminta oleh penerbit serta tаhu bagaimana cara mеnulіѕ buku уаng bаіk dаn bеnаr.

Cаrа реngаjuаn nаѕkаh kе реnеrbіt dаrі mаѕа kе masa mеngаlаmі реrkаmbаngаn. Dulu, kіtа hаruѕ mеngіrіmkаn naskah kita hanya dalam bеntuk hаrd copy, tарі dengan berkembangnya tеknоlоgі di era іntеrnеt ini setiap реnеrbіt mеmрunуаі kebijakan yang berbeda. Adа ѕеbаgіаn yang bіаѕаnуа mulаі dаrі pengiriman naskah lеwаt email уаng ѕеlаnjutnуа dіlаnjutkаn dеngаn hаrdсору. Bаhkаn ada jugа ѕеbаgіаn уаng lаіn yang hаnуа meminta softcopy naskah buku уаng іngіn dіtеrbіtkаn.

Kеbеrhаѕіlаn реnulіѕаn buku ѕаmраі lolos tеrbіt tеrgаntung dari usaha Anda sendiri. Selain harus bisa menulis dеngаn bаіk dan benar, Andа jugа dіtuntut untuk bisa mеmеnuhі  kеtеntuаn dan krіtеrіа / syarat penulisan nаѕkаh уаng diminta оlеh penerbit. Adа bаnуаk cara meneribitkan buku уаng dilakukan oleh penulis pemula. Ada yang mеngаwаlіnуа dеngаn mеnеrbіtkаn kе реnеrbіt besar. Tapi sebagian yang lain аdа уаng mеnеrbіtkаn ѕеndіrі bukunуа melalui lауаnаn ѕеlf рublіѕhіng. Ada juga уаng awalnya meneribitkan buku pertama, bаru ѕеlаnjutnуа kе реnеrbіt bеѕаr. Ada jugа уаng mеlаkukаn sebaliknya, dеngаn berbagai реrtіmbаngаn yang tеlаh dіріkіrkаn dеngаn seksama.

Artikel іnі adalah artikel tentang ѕhаrіng bagaimana Cara Mеnulіѕ Buku Sаmраі Tеrbіt dі Pеnеrbіt ріlіhаn Anda. Sеbаgаіmаnа аrtіkеl lаіnnуа dі blоg іnі, ѕеѕuаі kеbutuhаn nаntі setiap аrtіkеl akan mengalami реnаmbаhаn dеtаіl, sesuai kеbutuhаn pengunjung.

 

Pembahasan Selanjutnya:

Bingung bagaimana cara menulis buku sampai terbit di era milenial? Mudah saja! Tulis buku sesuai kriteria penerbit dan coba ajukan ke penerbit idaman Anda

Banyak orang yang mengikuti pelatihan menulis buku dan rela mengeluarkan biaya. Namun, ada pula yang ingin belajar menulis dengan cara gratisan sebagaimana yang bisa didapatkan melalui postingan di blog ini ….

Pilih struktur narasi. Di tahap awal penulisan buku, Anda perlu merapikan alur cerita. Anda tentu boleh menyisakan ruang untuk improvisasi saat mulai menulis, sehingga buku yang Anda tulis tidak kaku dan enak dibaca ……

Cara Menulis Buku. Semua orang yang punya cerita bisa menulis buku, mungkin untuk dinikmati sendiri saja atau dipubikasikan agar bisa dinikmati banyak orang …

Kenapa Perlu Menulis Buku ? Sebuah pertanyaan yang biasa diajukan anak-anak baru di Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) sewaktu dulu sering menghasilkan tulisan yang merupakan suatu kebanggaan tersendiri ……..

Bagaimana cara menulis dengan baik, efektif, dan efisien? Kecanggungan ini akan hilang sendirinya seiring dengan pengalaman menulis yang terus bertambah dengan seringnya latihan menulis …..

Salah satu cara agar Anda bisa membuat sebuah buku yang berkualitas adalah mengetahui komponen apa saja yang wajib ada dalam buku tersebut ………

Sudah menulis, lalu bagaimana cara menerbitkannya menjadi sebuah buku dan karya? Semua penulis tahu, tak mudah membuat penerbit meloloskan naskah kita ……

Banyak orang ingin menulis dan menerbitkan buku. Tapi jika Anda hanya mengandalkan cara-cara marketing tradisional maka akanlinya susah untuk mempunyai buku sendiri. Maka cobalah cara self publishing untuk mengawalinya.

 

Pengaruh Handpone pada Efisiensi Menulis

Menulis bukan hanya membutuhkan teori, tapi juga mood yang bagus untuk melakukannya. Saya sudah beberapa kali melakukan cara untuk bisa tetap disiplin menulis. meski untuk melakukannya memang bukan hal yang mudah. dari sekian banyak cara yang saya lakukan paling mungkin adalah dengan mengurangi penggunaan hp.

Terlihat aneh bukan?

Padahal memang begitulah kenyataannya. Jika tidak percaya, coba kita mulai mengoreksi diri:

  • Dari sekian banyak barang yang ada di sekitar kita. apakah yang paling sering kita pegang?
  • Saat kita bangun tidur, apa yang pertama kali kita cari?
  • Saat ada waktu kosong apa yang paling sering kita lihat?
  • Saat akan bepergian apa yang pertama kali kita ingat untuk dibawa?

Saya kira sebagian orang akan menjawab sama, Hp! Ya, memang hp seakan sudah menjadi barang kecil yang harus ada dimanapun kita pergi.

Apa ini salah?

Tidak sepenuhnya salah. Tapi jika kita sudah ada ketergantungan dengannya, maka dipastikan aktivitas sehari-hari kita akan terganggu. Termasuk saat kita sudah meniatkan diri untuk menulis.

Tapi bagaimana agar hp ini tidak menyita waktu menulis kita?

Harus ada niat yang kuat untuk itu. Saya pernah tahu ada seorang penulis sekaligus content marketing muda yang jika dia on fire menulis hingga mematikan hp nya. Wah, berarti dia sangat yakin bahwa alat komunikasi cerdas ini sangat mengganggu ya. Saya pernah melakukannya, tapi ini juga sangat mengganggu jika pekerjaan kita mobile, harus terhubung dengan klien.

Saya sendiri punya tips untuk diri sendiri agar hp ini tidak menyita waktu menulis saya. Caranya diantaranya:

  • Membatasi waktu berinteraksi dengan hp. Ini tentu awalnya sangat sulit. Tapi saya mencobanya dengan hanya memberi waktu 5 kali dalam sehari, tepat setelah sholat. Ada penulis lain yang hanya melakukannya 2 kali pagi dan petang. Yang saya tahu juga dari orang keperayaannya, mantan gubernur NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) dulu saat masih menjabat sebagai gubernur, hanya memeriksa notifikasi di hp nya sekali. Yaitu setelah sholat Subuh.
  • Membatasi data internet. Nah, ini sebenarnya bukan untuk berhemat, tapi supaya mawas diri untuk tidak terlalu berlama-lama dengan hp. Saya sekarang mencoba untuk hanya menggunakan 1 GB paket internet untuk 3 hari. Ngirit banget kan? Yah memang profesi penulis ini gak banyak biaya kok. Paling data yang digunakan hanya untuk mengirim email dari klien, itu juga gak tiap hari.
  • Meletakkan hp jauh dari laptop. Ini cara yang lumayan bagus. Supaya setiap kali kita mengetik tidak terganggu dengan notifikasi hp.
  • Mematikan notifikasi hp. Jika memungkinkan matikan notifikasi hp atau atur menjadi silent supaa setiap kali ada pesan masuk bahkan telpon tidak mengganggu kegiatan menulis kita.

Ada kalanya kebiasaan diatas akan mengganggu klien yang menggunakan jasa kita. tapi sebisa mungkin sebagai penulis kita menjelaskan bahwa memang untuk efisiensi kerja, hp memang harus “dijauhi.” Dengan begitu klien pun paham kok. Karena bagaimanapun kewajiban kita adalah menyelesaikan tugas menulis dari klien, jadi dengan sedikit susah dihubungi seperti ini klien juga akan paham.

Tidak ada salahnya juga jika kita menyampaikan kapan waktu-waktu kita bisa berinteraksi dengan hp. Pasti klien juga akan memahaminya,

Cara Membuat Kerangka Tulisan

Pembahasan kita kali ini adala tentang Cara Membuat Kerangka Tulisan. Pembahasan ini penting bagi kamu yang ingin menulis apa saja; artikel, makalah bahkan buku atau karya ilmiah tingkat akhir seperti skripsi, tesis dan desertasi. Seperti apa pentingnya menulis kerangka tulisan ini untuk sebuah proses penulisan? Untuk menjawab ini maka artikel sederhana ini ditulis.

Sebelum menulis usahakanlah untuk membuat kerangka tulisan. Karena dengan cara ini kita bisa menulis dengan lebih terarah. Jangan sampai  kami menulis hanya semangat di awal saja, tapi selanjutnya jadi kehabisan ide, karena sebelumnya kamu tidak membuat kerangka tulisan. Sayang sekali kan? Cobalah untuk membuatnya meski isinya hanya beberapa kalimat yang bisa memudahkan kamu untuk menyelesaikan tulisan yang sedang kamu kerjakan.

Pasti pernah merasakan macet saat menulis kan? Apakah ini karena kekurangan ide? Kadang iya, tapi kadang juga tidak. Terlalu banyak ide pun kadang membuat kita bingung jika menulis tanpa kerangka. Karena bagi saya, menulis tanpa kerangka, seperti halnya kita membawa bekal yang banyak, tapi tidak tahu berapa lama kita harus menempuh perjalanan dan dimana saja tempat kita berhenti untuk makan, dll.

Apa jadinya? Tentu bekal yang kita bawa bisa habis lebih dulu sebelum perjalanan yang kita lakukan selesai atau sampai pada tujuan. Begitu juga dengan menulis. Bahkan untuk menulis sebuah tulisan pendek pun, seperti artikel , sebaiknya kita membuat kerangka tulisannya, karena ini tentu akan sangat memudahkan dalam proses penulisan.

Macam-macam kerangka tulisan

  1. Kerangka tulisan untuk artikel

Kerangka tulisan untuk penulisan artikel cukup sederhana saja. Kamu bisa membuautnya dengan menuliskan point-point penting yang akan ditulis. Tapi ingat, sederhana tapi tidak boleh ditinggalkan sama sekali. Kamu harus tetap membuatnya.

Kenapa? Tentu karena kerangka ini bisa menjadi penuntunmu saat dalam proses penulisan artikel. Apalagi saat kamu harus menulis artikel dengan kategori panjang, misalnya 700, 1000, 1500 kata atau bahkan lebih. Tidak bisa hanya dengan sekali tancap gas, tanpa ada kerangka tulisan yang kamu buat sebelumnya.

Bagaimana contoh kerangka tulisan untuk artikel? Begini contoh sederhananya. Misalnya kita akan menulis artikel tentang Cara Memasarkan Buku dengan Internet Marketing:

Cara Memasarkan Buku dengan Internet Marketing

  • Perkembangan zaman saat ini dengan makin bertambahnya pengguna internet
  • Kebiasaan masyarakat saat ini adalam membeli barang secara online
  • Banyak barang yang bisa ditawarkan via online. Salahsatunya adalah buku
  • Jualan buku via online bisa dilakukan dengan dua cara; gratis dan berbayar
  • Cara gratis bisa dilakukan dengan postingan di social media, misalnya Fb, Ig, Twitter, dll
  • Cara berbayar bisa dilakukan dengan ngiklan di Fb, Ig atau juga Google
  • Lakukan evaluasi hasil jualan dengan cara gratis dan berbayar
  • Kesimpulan

Dengan kerangka tulisan seperti diatas tulisan kamu akan lebih terarah. Dengan kerangka seperti itu juga akan memudahkan kamu untuk menulis minimal artikel 700 kata bahkan lebih.

  1. Kerangka tulisan untuk karya ilmiah (makalah)

Kerangka tulisan untuk karya ilmiah yang terpenting adalah selain menuliskan point-point yang akan dipakai, juga harus dituliskan sumber referensinya. Namanya juga ilmiah, karena itu setiap argument yang ada di tulisan tersebut harus ada sumbernya yang akurat.

Lebih baik jika membuat kebih dulu kerangka tulisannya, baru mencari sumber-sumber referensinya. Biasanya setelah mendapatkan sumber referensi, kerangkan tulisan yang kita buat akan bertambah. Lakukan saja sampai tulisan yang kita buat hasilnya maksimal (enak dibaca, lengkap dan sumber referensinya akurat).

  1. Kerangka tulisan untuk buku

Nah, untuk membuat kerangka tulisan untuk buku ini memang dibutuhkan usaha ekstra disbanding dua kerangka tulisan diatas. Dalam penulisan buku sebagian orang menyebutnya sebagai outline.

Outline buku ini sangat penting dibuat untuk membuat penulisan buku runut, menarik dan mudah dipahami oleh pembaca. Cara pembuatan outline ini ada dua. Ada yang membuatnya dulu, baru mencari bahan-bahan penulisannya. Ada juga yang sebaiknya, mengumpulkan bahan-bahan penulisannya, baru membuat outlinenya.

Kamu bisa melakukannya sesuai dengan kemampuanmu. Tidak ada salahnya mencoba, baru kamu akan tahu mana yang terbaik dan mudah untukmu.

Diatas kita sudah bahas untuk jenis kerangka tulisan, yang untuk sementara ini, saya tuliskan hanya 3 macam dulu. Pembahasan yang tidak kalah penting tentang kerangka tulisan ini adalah,

“Bagaimana cara membuat kerangka tulisan?”

Cara membuat kerangka tulisan yang paling baik adalah yang tidak sekali buat langsung jadi, tapi bisa berubah-ubah sesuai dengan bertambahnya ide dan bahan tulisan yang muncul dalam proses penulisan.

Bagaimana langkah-langkah membuat kerangka tulisan?

Untuk tahap awal coba buat secara global dulu yang penting tahu point-point pentingnya apa dan bagaimana menjabarkannya. Baru setelah proses penulisan berjalan kita bisa menambahkan supaya bisa lebih lengkap dan detail dari sebelumnya.

Artikel tentang Cara Membuat Kerangka Tulisan ini akan terus saya tambah sesuai dengan data dan informasi yang dibutuhkan untuk mendukung artikel ini. Jadi jangan lupa untuk selalu berkunjung ke blog referensi penulisan terlangkap ini.

Silahkan kamu boleh berkomentar untuk menanyakan apa saja yang mungkin belum kamu pahami tentang bahasan di artikel ini. Sekian pembahasan kita kali ini Cara Membuat Kerangka Tulisan.

 

tips membuat kerangka tulisan

Kerja dari Rumah Bisa Menjual Buku Seharga Jutaan Rupiah

IwanWahyudi.net – Kerja dari Rumah Bisa Menjual Buku Seharga Jutaan Rupiah. Sesuai dengan janji saya kemarin, maka pembahasan kita kali ini adalah tentang “Bagaimana Cara Menjual Buku Ensiklopedia Islam dengan harga Hampir 4 jutaan per set (isi 14 jilid)”?

Sebagaimana yang kita tahu bahwa banyak yang mengatakan bahwa minat baca masyarakat kita sangat rendah. Inidkasinya tentu dikaitkan dengan sepinya toko-toko buku di berbagai tempat, bahkan tidak jarang yang hingga gulung tikar karena minimnya pembeli. Karena tidak ada pilihan lagi selain menutup tokonya, karena biaya operasional tidak tertutupi dengan income yang di dapat.

Apa ini sepenuhnya benar?

Tidak juga, banyak penerbit yang hingga saat ini produktif menerbitkan buku. Tentunya masih ada peluang bagus buku-buku yang mereka terbitkan ini laku dipasaran sebagaimana sebelumnya. Karena itu muncul lagi pertanyaan, lalu yang membuat buku-buku tadi tidak laku sebenarnya apa?

Apakah harganya atau manfaatnya yang minim bagi pembaca?

Nah, pada pembahasan ini baru saya akan membahas khusus tentang jenis buku yang saya jual. Yaitu buku Ensinklopedia Islam edisi eksklusif dengan tampilan dan isi yang menarik. Bahasannya juga sangat bagus, yaitu membahas tentang ayat-ayat sains dalam Al Qur’an. Tentu ini sangat diminati oleh banyak kalangan muslim di Indonesia.

Tapi memang harus diakui harga buku yang mencapai jutaan ini tentu tidak mudah menjualnya. Karena bagi orang indonesia harga buku lebih dari 100 ribu terbilang mahal. Karena itu tidak jarang banyak yang hanya sebatas bertanya harga, setelah itu chat tidak dilanjutkan kembali, tentunya peminat seperti ini biasanya merasa harga buku yang diminatinya terlalu mahal.

Setiap dagangan ada pasarnya sendiri

Memang dari chat yang masuk untuk bertanya buku ini kebanyakan gak jadi beli. Penyebabnya tentu karena memang harganya yang mahal. Tapi saat itu saya tetap optimis, bahwa setiap dagangan pasti ada jodohnya. Pasti ada sebagian orang yang menganggap harga yang diayar sesuai dengan manfaat yang diperoleh. Karena itulah saya tetap semangat untuk menjualnya hingga satu per satu pembeli mulai berdatangan di toko online saya (aslinya sih berbentuk blog biasa yang saya update artikelnya untuk memperbaiki SEO).

Awalnya saya menjual buku ensiklopedia secara organik, tanpa beriklan, hanya mengandalkan SEO blog. Tapi karena makin lama banyak yang bermain, maka cara beriklan juga saya lakukan, tentunya semua saya lakukan secara otodidak hanya beberapa kali membeli tool dan panduan yang memudahkan saya untuk memahami step-step untuk beriklan di FB dan Google.

Pentingnya mengetahui dasar internet marketing

Dengan kita mengatahui dasar-dasar internet marketing sebenarnya banyak keuntungan yang bisa diperoleh. Minimal bisa tahu barang yang kita jual itu sebenarnya masih banyak peminat atau sudah mulai berkurang peminatnya. Hal ini sangat pentig bagi saya yang hanyapunya budget pas-pasan untuk beriklan.

Jadi saat peminatnya masih banyak, kita bisa gass poll penjualannya, tapi saat sepi, kita harus mulai lebih jeli dengan mengetahui momen-momen apa saja yang kira-kira pas untuk beriklan. Jadi gak harus menjalankan iklan selama sebulan penuh, misalnya, tapi cukup saat hari-hari tertentu saja.

Alhamdululillah saya jualan ensiklopedia Islam ini berjalan hingga saat ini. Tapi memang harus diakui bahwa setiap barang pasti ada masa laris-sepi nya. Kini, memang sangat sulit untuk menjual buku ensiklopedia denga harga jutaan seperti ini lagi. Tapi lumayan lah saya setidaknya sudah pernah menjalankannnya dengan pembeli yang lumayan banyak dalam kurun waktu 3 tahun.

Naik turun dalam penjualan barang itu biasa

Bagi Anda yang ingin bisnis online, setidaknya ada pesan yang ingin saya sampaikan bahwa Anda harus siap menerima kenyataan bahwa “Naik turun dalam penjualan barang itu biasa.” Ada saatnya jualana kita laris, tapi juga kita harus siap jika suatu saat jualan kita sepi. Dan saya juga merasakannya.

Beruntung salain bisnis online saya juga punya usaha jasa penulisan. Dan saat bisnis online saya jualan buku ini sepi, Alhamdulillah jasa penulisan saya lumayan lebih ramai dari sebelumnya. Jadi masih ada sumber penghasilan untuk saya setiap bulannya. Karena itu Anda juga bisa melakukannya, jangan hanya berharap pada satu sumber income, karena saat sumber itu sepi, masih ada harapan dengan sumber income lainnya. Ya, kan?

Sebelum masa “saturated” itu datang

Bisnis online memang sangat mengasyikkan. Betapa tidak, dengan profesi ini kita sama seperti punya toko yang setiap hari besar kemungkinan bisa mendapatkan income. Karena itu tidak jarang para pebisnis online di Indonesia saat ini makin menjamur, apalagi dengan berjalannya waktu semakin banyak masyarakat yang “melek internet” dan mulai gemar berbelanja secara online hanya dengan gadget yang dimilikinya.

Tapi tidak jarang juga yang putus asa karena dengan banyaknya pesaing ini ada juga yang tersisih, kalah. Ini sebenarnya nasehat untuk diri saya juga, bahwa kadang saat kita merasa diatas (dagangan kita laris) kita lupa untuk menambah amunisi jualan kita. karena layaknya mempunyai toko di dunia nyata, ada kalanya pembeli mulai bosan dengan apa-apa yang kita jual.

Misalnya, kita jualan es kelapa, ada kalanya  yang kita jual ini laris manis. Tapi pada saat-saat tertentu ada kalanya pembeli mulai bosan dan mengalihkan konsumsinya pada es jus, es teh, dll. Jadi baiknya saat es kelapa itu leris tidak ada salahnya kan jika kita mulai menjual jenis es yang lain, tujuannya tentu supaya saat pembeli sudah bosan dengan daganan awal kita, ia masih ke lapak kita untuk membeli jenis es yang lain.

Ini juga berlaku untuk permisalan yang lain. Jadi para mastah dunia internet marketing memang menyarankan saat kita sudah mempunyai penghasilan rutin dari jualan yang sedang laris, saat itu juga harus mulai banyak meriset barang-barang jualan apalagi kira-kira yang berpotensi untuk laris. Lebih banyak jualan dan laris semua lebih Ok kan? He….

Banyaklah riset dan merenung

Kadang saat scrol timeline FB saya sering menemukan iklan yang berseliweran dengan komentar yang banyak. Saat itu saya mulai bergumam, “Oh jualan ini banyak juga ya peminatnya.”

Nah, sebenarnya itu adalah petuntuk untuk bisnis online kita. Tidak masalah jika kita mau mencobanya. Setidaknya kita tahu dari iklan tadi bahwa dagangan itu atau sejenisnya masih “hijau” dan bisa digarap.

Coba buat iklan yang lebih menarik, mungkin dengan begitu bisa mendapatkan respon yang bagus juga dari pembeli.

Setiap waktu harus terus berinovasi

Dunia bisnis online kini makin berkambang. Untuk meningkatkan penjualan banyak hal yang bisa dilakukan misalnya dengan upgrate pengetahuan kita tentang teknis yang sekiranya lebih memudahkan untuk closing setiap barang yang kita jual. Dalam menghadapi makin banyaknya tool dan tutorial bisnis online yang ada saat ini ini makin banyak ditawarkan tentu yang bisa menjadi pertimbangan adalah:

  1. Kita memang benar-benar memerlukannya
  2. Kita benar-benar bisa menggunakannya
  3. Jika point nomor 2 belum bisa, kita pastikan service after sales penjualnya bagus.
  4. Ilmu dan tool yang kita peroleh bisa diterapkan di bisnis online kita

Semoga sharing tentang pembahasan ini bermanfaat ya. Anda bisa membaca pembahasan lain tentang kerja dari rumah di artikel lain di blog ini. Silahkan komen dan share artikel ini jika bermanfaat. Terima kasih sudah berkunjung ke blog sederhana ini.

1 Orang 1 Blog

Sering berselancar di dunia maya kan? Pasti sering lah. Apalagi manusia zaman sekarang ini kan lebih bingung jika kehabisa kuota data internet dari pada kehabisan stok beras. Biasa lah alasannya simpel, gak bisa scrol-scrol medsos, apalagi yang lagi penasaran dengan status mantan. He….

Eits….. tapi maaf ya artikel ini bukan untuk membahas tentang bagaimana cara untuk kepioin sosmed mantan,…tapi lebih membahas bagaimana pentingnya untuk setiap orang punya 1 blog. Karena itu artikel berikutnya di kategori ini memang akan khusus membahas blog pribadi punya orang, yang saya anggap keren pastinya. Jadi yuk jadikan blog kamu keren supaya bisa di review di blog keren ini. he…

Apakah kategory web keren?

Ada banyak versi, tapi sebagai tolak ukur standar, kita ngikut aja sesuai standar Google. Karena apa? Ya tentu jawabannya karena mayoritas masyarakat dunia menggunakan Google untuk alat pencariannya.

Semakin banyak yang terindeks atau bahkan menang di berbagai kata kunci di Google akan semakin keren. Karena dengan begitu kamu suda tidak perlu beriklan lagi, karena cukup mengandalkan sumber traffi dari pencarian orang di Google.

Bingung mau punya blog gimana?

Kamu bisa konsultasi dulu disini:

0822 3000 3636 (WA)

Atau cukup dengan klik dibawah ini:

Kontak kami via WA

Kontak kami via WA

Nanti akan diinfokan bagaimana cara membuat blog yang Insaa Allah bisa menghasilkan. Termasuk berapa sih biaya per tahunnya, dll. Ini adalah cara yang sangat mungkin bagi kamu untuk mendapatkan penghasilan dari internet.

 

 

 

Kerja dari Rumah, Mengapa Tidak ?

IwanWahyudi.net – Kerja dari Rumah, Mengapa Tidak ? Bekerja dari rumah saat ini seakan menjadi trend bagi sebagian orang, karena banyak yang bilang dengan cara ini bisa bekerja dengan lebih santai dengan penghasilan yang lebih besar. Apakah benar? Untuk menjawab itu saya coba menulis artikel ini sesuai dengan pengalaman saya pribadi. Jadi, nanti Anda bisa menyimpulkan sendiri, sebenarnya enak mana sih; bekerja kantoran atau bekerja rumahan?

Jujur saya bekerja di rumah sebenarnya juga karena terpaksa. Ya, jujur saya katakan, dulu saya juga bekerja kantoran yang setiap hari harus menempuh jarak sekitar 54 km (27 km peri dan pulang) ke tempat kperja. Capek? Jelaslah, tapi bagaimanapun itu harus dilakukan agar asap dapur di rumah bisa tetap mengebul. Ini ungkapan yang biasa dipakai kan, he…

Ok, lanjut. Saya terpaksa resign dari pekerjaan karena sebuah penyakit, sebenarnya sih tempat saya bekerja memberi tawaran saya untuk menjalani pengobatan (operasi), tapi saya menolak. Alasannya, karena jika saya menjalani operasi dan sembuh, toh saya harus menjalani aktivitas seperti ini lagi setiap harinya. Dan ini saya pikir tidak mungkin lagi. Mungkin bagi sebagian orang apa yang saya lakukan dengan PP Bekasi-Jakarta itu adalah hal biasa. Tapi bagaimana pun saya harus sadar diri, mungkin kekuatan fisik saya memang tidak sekuat mereka. Jadi sedih ya, …..

Pengalaman Bekerja dari Rumah

Maka dengan pertimbangan yang saangat matang saya ambil keputusan …. RESIGN …… tentu ini adalah pilihan yang sangat berat bagi saya yang sejak awal merantau ke Jakarta pada awal 2010 sudah bekerja di tempat ini. Maka terhitung sekitar bulan September 2015 saya tidak kerja kantoran lagi. Saya hanya mengandalkan bekerja freelance jasa penulisan dan membantu teman di sebuah perusahaan advertising.

Entahlah saat itu Alhamdulillah saya bisa menguatkan hati saya sendiri. Padahal saat awal saya mengetahui tentang penyakit saya ini, jujur saya menangis sepanjang perjalanan pulang dari tempat kerja ke rumah. Saat itu saya sudah punya istri dan satu anak berusia hampir 2 tahun. Saat saya sampai di rumah saya sampaikan apa yang saya alami dan rencana saya resign kepada istri. Anehnya istri saya hanya mengiyakan, dan memberi semangat kepada saya bahwa kerja apapun nanti Insaa Allah bisa menjadi sumber penghasilan yang sesuai bagi saya.

Saat itu kebetulan istri masih mengajar di sebuah SDIT. Entah mengapa sebulan berselang, saya malah meminta istri untuk resign supaya bisa konsentrasi mengurus anak dan pekerjaan rumah. Alhamdulillah saran saya ini diterima olehnya. Jadilah kami berdua tidak mempunyai pekerjaan tetap. Bedanya, istri saya kadang masih jualan online untuk beberapa produk milik temannya. Kebetulan di bulan ini juga kami pindah rumah, dari rumah mertua ke rumah sederhana KPR bersubsidi dari Pemerintah type 36/ 60 di Bekasi.

Jadilah kami berdua dan anak kami tinggal bersama di rumah sederhana ini. Suatu hari kami berdua mulai bingung apa yang harus dilakukan setelah sama-sama resign? Untuk urusan keluarga sudah lebih baik, karena kini istri sudah full tinggal di rumah. Tapi untuk sumber penghasilan kami setiap bulannya kami bingung kira-kira bisa mendapatkannya dari mana?

Saat itu aset saya yang paling berharga adalah 2 laptop kami. Untuk koneksi internet, karena rumah kami letaknya lumayan jauh, sekitar  4 km dari kota, maka yang bisa dipakai adalah dengan modem smartfren dengan paketan sekitar 100-150 ribu setiap bulannya. Sudah, itu saja cara saya mencari peluang mendapatkan penghasilan, tidak ada yag lain. Beruntung sebelum saya resign saya sudah punya usaha online berupa jasa penulisan buku. Nah, kini tugas saya adalah bagaimana bisa mendapatkan penghasilan rutin setiap bulannya, karena saat itu jujur dari jasa penulisan buku masih sepi, tidak sebanyak saat ini yang Alhamdulillah selalu ada yang mempercayakan penulisan bukunya kepada saya.

Maka saya punya inisiatif untuk menjual produk yang secara freelance saya dan teman saya tawarkan via media elektronik (televisi dan radio) ke media online dengan membuat dua blog. Alhamdulillah dari penjualan produk ini dadri dua blog inilah bisa membiayai kebutuhan bulanan kami. Apalagi dengan makin banyaknya klien yang mempercayakan penulisan bukunya kepada saya, maka lumayan fee dari menulis buku ini bisa ditabung.

Kini, saya menjalani profesi sebagai penulis freelance dan bisnis online ini sudah 3 tahun lebih. Saya melakukan semuanya dengan otodidak dan single fighter. Ya, saya sendir yang melakukannya mulai: membeli doman, hosting, menulis artikel, mencari gambar, posting hingga menjawab semua komentar di blog saya, mem follow up, hingga closing…. saya yang melakukan semuanya sendiri.

Mungkin jika hanya beberapa blog saja itu adalah hal yang mudah, tapi karena saat itu saya masih awam – yang menganggap bahwa cara SEO yang paling paten adalah dengan keyword on domain – maka dengan begitu saya harus membeli banyak domain dan hosting yang banyak, bahkan hingga 20 an domain untuk beberapa bisnis jasa dan barang yang saya tawarkan via online.

Jadi sebagaimana pertanyaan di awal tadi bisa disimpulkan apakah saya bisa bekerja lebih santai dengan hasil yang lebih banyak dibanding saat saya kerja kantoran? Anda bisa menyimpulkan sendiri ya. Dan semoga pilihan Anda nanti tidak salah. Yang terpenting akan bekerja apapun kita nantinya kita harus tahu tentang apa dan bagaimana yang harus kita lakukan dan apa saja yang bisa memotivasi hal itu sehingga hal itu harus dilakukan.

Semoga sharing tentang pembahasan ini bermanfaat ya. Anda bisa membaca pembahasan lain tentang kerja dari rumah di artikel lain di blog ini. Silahkan komen dan share artikel ini jika bermanfaat. Terima kasih sudah berkunjung ke blog sederhana ini.