5 Cara Membedakan Anak Kucing Jantan dan Betina. Ini Caranya!

membedakan anak kucing jantan dan betina

IwanWahyudi.net – Sangat mudah membedakan kucing jantan dan betina setelah dewasa. Pasalnya, jenis kelamin kucing dewasa dapat langsung diperiksa di bagian bawah ekornya. Lantas, bagaimana cara membedakan anak kucing jantan dan betina yang notabene terlihat mirip? Tentu ada beberapa cara yang mudah dilakukan.

Pada kucing jantan dewasa, terdapat anus, biji testis atau skrotum dan penis di bawah ekornya. Sementara kucing betina dewasa hanya memiliki vagina dan anus. Untuk membedakannya, berikut beberapa cara mengetahui jenis kelamin anak kucing:

1. Membedakan Anak Kucing dari Alat Kelaminnya

Organ reproduksi kucing yang baru lahir atau anak kucing belum terbentuk secara sempurna. Maka dari itu, diperlukan cara khusus untuk mengetahuinya. Sebelumnya, pastikan anak kucing diletakkan di lingkungan dengan suhu ruang yang hangat dan aman.

Untuk mengetahui apakah kucing tersebut jantan atau betina, cobalah angkat ekornya secara lembut dan perlahan. Selanjutnya, lihat bentuk lubang dibalik ekor tersebut. Kucing betina memiliki lubang seperti garis vertikal. Jika dilihat bersama lubang anusnya, akan terbentuk seperti huruf “i”.

Lain hanya dengan kucing betina, kucing jantan menunjukkan lubang alat kelamin yang lebih kecil. Jika dilihat dengan lubang anusnya, alat kelamin anak kucing jantan akan terlihat seperti tanda titik dua atau “:”.

Jarak antara kedua lubang pun memiliki perbedaan. Anak kucing jantan menunjukkan lubang kelamin yang cukup jauh di bawah anus. Sementara anak kucing betina menunjukkan lubang kelamin yang lebih dekat dengan anus.

2. Membedakan Anak Kucing dari Warna Bulunya

Secara khusus, warna bulu juga bisa membedakan anak kucing jantan dan betina. Kucing betina memiliki dua buah kromosom X, berbeda dengan kucing jantan yang hanya memiliki satu. Perbedaan jumlah kromosom ini ikut menentukan warna bulu yang muncul pada kucing yang baru lahir.

Pola warna bulu calio (sebagai besar warna hitam, jingga dan putih) memerlukan dua kromosom X agar muncul. Begitu juga warna tortoiseshell (pola garis hitam seperti marmer, coklat, jingga dan putih). Dengan begitu, kucing jantan tidak dapat memiliki warna tersebut.

Sebagian besar warna-warna bulu tersebut dimiliki oleh kucing betina. Warna tersebut sangat jarang dimiliki kucing jantan kecuali jika mengalami gangguan gen langka. Anak kucing dengan bulu jingga bergaris kemungkinan besar adalah kucing jantan.

3. Membedakan Anak Kucing dari Bau Urin

Kucing jantan yang telah matang secara seksual sering kali menyemprotkan urin yang baunya tercium menyengat. Hal ini bisa menjadi penanda jika anak kucing mulai menyemprotkan urin yang berbau, maka kucing tersebut adalah jantan.

Meski diberi kotak penampung kotoran, ada kalanya kucing jantan akan menyemprotkan urin di luar kotak meski biasanya penurut. Urin yang berbau ini memiliki bau menyengat yang khusus dan tidak disukai kebanyakan besar orang.

4. Membedakan Anak Kucing dari Perilakunya

Menyemprotkan urin secara sembarangan menjadi salah satu penanda bahwa kucing tersebut adalah jantan. Di samping itu, ada berbagai perilaku lain yang ditunjukkan kucing jantan seperti tingkah yang sangat aktif bahkan liar. Kecenderungan anak kucing jantan juga tidak betah berdiam di dalam rumah.

Anak kucing yang sering meminta perhatian dan ingin dielus biasanya merupakan kucing betina. Pasalnya, kucing betina memiliki sifat penyayang dan lebih sering mengeong. Kucing betina dan kucing jantan memiliki perbedaan dalam mengekspresikan perasaan dan hormonnya.

5. Membedakan Anak Kucing dari Tanda Siklus Estrus

Kucing betina yang menginjak usia 6 hingga 10 minggu akan mulai menunjukkan estrus atau tanda-tanda panas. Biasanya, hal ini terjadi pada kucing betina yang tidak mandul. Ada beberapa tanda anak kucing betina yang sedang estrus seperti mengeong yang lebih keras.

Kucing betina juga akan menunjukkan perilaku yang memancing kucing jantan. Punggungnya akan dipanjangkan dan hanya berdiri dengan kaki depannya. Jika anak kucing menunjukkan perilaku ini, dapat dipastikan bahwa kucing tersebut merupakan kucing betina.

Meski alat kelaminnya belum berkembang sempurna, membedakan anak kucing jantan dan betina bisa dilakukan dengan beberapa cara di atas. Hindari memeriksa anak kucing yang usianya belum genap 3 minggu. Pasalnya, anak kucing yang terlalu sering dipegang manusia akan sulit dikenali induknya.

 

 

Pengunjung juga mencari:

  • apa yang di maksud kerangka tulisan
  • Teks petunjuk membuat tempat alat tulis berurutan

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *