Menulis dari Sesuatu yang Paling Diketahui dan Dirasakan

Menulis dari Sesuatu yang Paling Diketahui dan Dirasakan

Posted by

IwanWahyudi.net – Menulis dari Sesuatu yang Paling Diketahui. Banyak orang ingin menulis buku, tapi bingung buku apa yang akan ditulisnya. Keinginan ini bukan hanya karena dengan menulis bisa merekam jejak sejarah dan pengetahuan, tapi kadang ada yang dengan tujuan komersil, mendapatkan penghasilan yang tidak sedikit. Tapi apa sebaiknya buku yang bisa ditulis?

Kita pasti tahu JK Rowling, penulis serial kisah fiksi Harry Potter, yang menyarankan untuk menulis sebaiknya dimulai dari apa yang paling kita ketahui. Terlebih lagi jika apa yang kita ketahui itu menjadi pengalaman dan kita merasakannya. Terlepas dari pernyataan ini apakah ada kaitannya dengan penulisan buku Harry Potter, tapi memang apa yang dinyatakannya ini sangat benar adanya. Ibarat bahan tulisan adalah amunisi dalam menulis, maka amunisi yang dimiliki haruslah banyak, bahkan dianjurkan sangat banyak.

Saya pribadi dalam proses penulisan lebih suka mengumpulkan bahan yang berlebih dibanding pas-pasan sesuai outline yang sudah dibuat. Karena outline penulisan ini kan bisa berubah, jika bahan yang kita milki pas-pasan, maka akan kesulitan dalam proses penulisan selanjutnya. Jika pun dipaksakan harus mencari bahan lagi, padahal banyak penulisan yang bisa diselesaikan dalam sekali atau beberapa kali jalan mencari bahan tulisan.

Karena itu memang buku-buka yang sangat bagus penulisannya tidak jarang datang dari buku-buku true story. Karena jika kisahnya bagus dan penulisnya handal, maka tidak jarang buku-buku ini menjadi buku yang sangat dicari oleh pembaca.

BACA JUGA   Kegigihan dalam Menulis itu Penting

Tapi untuk hal penulisan ini memang tidak mudah untuk menentukan; sebenarnya apa sih yang paling banyak kita ketahui?apakah kita sudah cukup mengalami dan merasakan apa-apa yang ada di dalamnya dalam waktu yang lumayan lama?

Jika jawabannya tidak, maka saran saya adalah coba untuk mencari bahasan lainnya yang kiranya kita memang tahu banyak tentang hal itu. Karena menulis sejatinya hanya memahamkan dan menyampaikan ulang apa yang pernah kita alami tentunya yang kita anggap bermanfaat bagi sesama.

Sudah mulai membayangkan apa yang kira-kira akan kamu tulis untuk buku pertamamu?

 

Facebook Comments
BERGABUNG BERSAMA KAMI
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Bergabunglah dengan lebih dari 3.000 orang yang telah menerima email rutin dari saya, dan pelajari cara menulis kreatif di sosial media, artikel blog dan buku. Siapa tahu ini bisa menjadi penghasilan sampingan bahkan utama Anda
Email Anda aman bersama kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *