Pengaruh-hp-pada-proses-menulis

Pengaruh Handpone pada Efisiensi Menulis

Posted by

Menulis bukan hanya membutuhkan teori, tapi juga mood yang bagus untuk melakukannya. Saya sudah beberapa kali melakukan cara untuk bisa tetap disiplin menulis. meski untuk melakukannya memang bukan hal yang mudah. dari sekian banyak cara yang saya lakukan paling mungkin adalah dengan mengurangi penggunaan hp.

Terlihat aneh bukan?

Padahal memang begitulah kenyataannya. Jika tidak percaya, coba kita mulai mengoreksi diri:

  • Dari sekian banyak barang yang ada di sekitar kita. apakah yang paling sering kita pegang?
  • Saat kita bangun tidur, apa yang pertama kali kita cari?
  • Saat ada waktu kosong apa yang paling sering kita lihat?
  • Saat akan bepergian apa yang pertama kali kita ingat untuk dibawa?

Saya kira sebagian orang akan menjawab sama, Hp! Ya, memang hp seakan sudah menjadi barang kecil yang harus ada dimanapun kita pergi.

Apa ini salah?

Tidak sepenuhnya salah. Tapi jika kita sudah ada ketergantungan dengannya, maka dipastikan aktivitas sehari-hari kita akan terganggu. Termasuk saat kita sudah meniatkan diri untuk menulis.

Tapi bagaimana agar hp ini tidak menyita waktu menulis kita?

Harus ada niat yang kuat untuk itu. Saya pernah tahu ada seorang penulis sekaligus content marketing muda yang jika dia on fire menulis hingga mematikan hp nya. Wah, berarti dia sangat yakin bahwa alat komunikasi cerdas ini sangat mengganggu ya. Saya pernah melakukannya, tapi ini juga sangat mengganggu jika pekerjaan kita mobile, harus terhubung dengan klien.

BACA JUGA   Syarat Menjadi Penulis adalah Mengalokasikan Waktu Khusus Menulis

Saya sendiri punya tips untuk diri sendiri agar hp ini tidak menyita waktu menulis saya. Caranya diantaranya:

  • Membatasi waktu berinteraksi dengan hp. Ini tentu awalnya sangat sulit. Tapi saya mencobanya dengan hanya memberi waktu 5 kali dalam sehari, tepat setelah sholat. Ada penulis lain yang hanya melakukannya 2 kali pagi dan petang. Yang saya tahu juga dari orang keperayaannya, mantan gubernur NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) dulu saat masih menjabat sebagai gubernur, hanya memeriksa notifikasi di hp nya sekali. Yaitu setelah sholat Subuh.
  • Membatasi data internet. Nah, ini sebenarnya bukan untuk berhemat, tapi supaya mawas diri untuk tidak terlalu berlama-lama dengan hp. Saya sekarang mencoba untuk hanya menggunakan 1 GB paket internet untuk 3 hari. Ngirit banget kan? Yah memang profesi penulis ini gak banyak biaya kok. Paling data yang digunakan hanya untuk mengirim email dari klien, itu juga gak tiap hari.
  • Meletakkan hp jauh dari laptop. Ini cara yang lumayan bagus. Supaya setiap kali kita mengetik tidak terganggu dengan notifikasi hp.
  • Mematikan notifikasi hp. Jika memungkinkan matikan notifikasi hp atau atur menjadi silent supaa setiap kali ada pesan masuk bahkan telpon tidak mengganggu kegiatan menulis kita.

Ada kalanya kebiasaan diatas akan mengganggu klien yang menggunakan jasa kita. tapi sebisa mungkin sebagai penulis kita menjelaskan bahwa memang untuk efisiensi kerja, hp memang harus “dijauhi.” Dengan begitu klien pun paham kok. Karena bagaimanapun kewajiban kita adalah menyelesaikan tugas menulis dari klien, jadi dengan sedikit susah dihubungi seperti ini klien juga akan paham.

BACA JUGA   Kapan Waktu yang Terbaik untuk Menulis

Tidak ada salahnya juga jika kita menyampaikan kapan waktu-waktu kita bisa berinteraksi dengan hp. Pasti klien juga akan memahaminya,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *