Tag Archives: iwan wahyudi centre

Writerpreneur Punya Peluang Besar Ini

IwanWahyudi.net – Writerpreneur Punya Peluang Besar Ini. Apa saja peluangnya? Saya akan jabarkan di artikel ini. Yang pasti dengan kemampuan menulis Insaa Allah kita bisa survive. Yang penting bisa mengatur penghasilan dari fee menulis dengan baik.

Sejak awal saya belajar menulis hingga kini, tidak pernah menulis naskah dan dikirimkan ke penerbit. Bahkan ada tawaran untuk menulis di beberapa penerbit pun saya tolak secara halus.

Alasannya simple, dengan menjadi penulis freelance penghasilan bisa lebih terukur. Dengan posisi banyak waktu luang sebagai freelancer saya juga bisa belajar hal-hal yang dibutuhkan, misalnya bisnis online berbasis penulisan dan buku.Alhamdulillah bisa hidup layak dari profesi ini. Terlebih sejak saya resign dari pekerjaan sya tahun 2015 lalu.

Apa saja peluang besar seorang writerpreneur? Kita bisa menjawabnya dengan dalam hati menjawab pertanyaan ini:
1. Berapa banyak pribadi baik ahli dan profesional yang membutuhkan bantuan jasa penulisan?
2. Berapa banyak perusahaan yang setiap tahun minimal sekali membutuhkan jasa penulisan untuk penulisan laporan tahunan dan penulisan lainnya ?
3. Berapa banyak pemilik website yang membutuhkan penulis artikel untuk mengisi konten website mereka ?
4. Berapa banyak pembuat produk internet marketing yang membutuhkan konten berkualitas untuk memudahkan pemahaman calon pembelinya ?
5. Berapa banyak orang yang membutuhkan kolaborasi dengan penulis profesional untuk mewujudkan konsep dan ide yang lama mengendap dalam diri mereka?

Ide ini akan saya kembangkan untuk menjadi layanan penulisan yang membantu penulis muda menemukan jalan dan peluang penulisan yang terbuka lebar. Tentunya dengan kerjasama dengan penulis-penulis yang lebih senior dari saya.

Semoga sharing tentang pembahasan ini bermanfaat ya. Anda bisa membaca pembahasan lain tentang writerpreneur di artikel lain di blog ini. Silahkan komen dan share artikel ini jika bermanfaat. Terima kasih sudah berkunjung ke blog sederhana ini.

Writerpreneur Bermodal Rutin Nulis di Blog

IwanWahyudi.net – Writerpreneur Bermodal Rutin Nulis di Blog. Sejak awal menulis di blog saya tidak kenal namanya monetisasi. Jadi saya hanya menulis menulis saja tanpa tahu persis nanti blog saya akan menghasilkan uang atau tidak. Yang pasti yang membuat saya semangat menulis adalah hanya ingin blog saya tampil di Google dan bisa bertemu dengan blogger lainnya yang berkunjung ke blog saya. Tidak lebih. Ada rasa bangga jika blog yang saya bangun muncul di halaman Google. Apalagi halaman pertama. Wow berasa hebat. He…

Karena memang saya belajar secara otodidak, maka anggapan saya adalah domain blog yang keyword on domain selalu menjadi juara untuk membidik kata kunci sesuai namanya. Maka saya beli saja beberapa domain sesuai keyword yang saya mau. Buktinya hingga saat ini saya punya 9 blog fokus penulisan yang tetap aktif. Saya anggap ini aset saya yang saya dapat mulai awal belajar. Dan memang benar, hanya berselang 2-3 hari dari pembuatan blog, blog saya muncul di page one Google, bakan tak jarang langsung nomor 1. Hebat kan? He…..

Tapi dengan berjalannya waktu saya mungkin ada pemikiran untuk bisa mendapatkan uang dari kegiatan blogging ini. Minimal membantu orang yang ingin punya tulisan – baik artikel ataupun buku- tapi tidak mempunyai banyak waktu luang atau terkendala dengan teknis penulisan. Maka dengan kemampuan menulis saya saat itu ditambah dengan membaca referensi dari blog-blog lainnya, maka saya sedikit tahu tentang SEO.

Tak disangka ternyata dari itu saya bisa bertemu banyak orang hingga saat ini. Alhamdulillah ini sebenarnya diluar ekspektasi saya yang hanya awalnya ingin membantu proses penulisan klien via email/ sejenisnya tanpa harus bertemu langsung, ternyata lebih. Saya bisa bertemu berbagai manusia dengan berbagai latarbelakang yang tak jarang dari mereka inilah saya banyak belajar tentang banyak hal.

Sebenarnya terjunnya saya di dunia penulisan juga tanpa sengaja. Berawal dari merantau di Jakarta, saya menjadi staf yayasan yang dipercaya untuk menghandle penulisan buku sejarah mereka, yang telah berdiri 100 an tahun lebih. Tentu ini bukan hal yang mudah bagi saya yang saat itu hanya mempunyai pengalaman menulis hanya untuk skripsi saya. He……

Tapi apapun itu harus saya kerjakan. Saya harus pergi ke banyak tempat dan narasumber untuk mengumpulkan data, itupun dengan wawancara, bukan dari tulisan atau buku. Dari sini saya belajar bagaimana cara wawancara yang baik sehingga membuat setiap narasumber yang kita wawancarai merasa nyaman, hingga bisa didapat banyak data dari mereka.

Setelah itu saya mendapatkan kesempatan belajar menulis buku biografi dari seorang penulis biografi senior, Zulfikar Fuad. Pak Zul – panggilan saya kepada beliau – dulu adalah seorang wartawan yang pernah secara intens selama kurang lebih setahun belajar menulis biografi pada penulis biografi legendaris Indonesia, Ramadhan K.H. (ayahanda drummer Gilang Ramadhan). Dari sinilah kemapuan menulis saya terasah. Saya belajar menulis biogafi pada Pak Zul hampir 1,5 tahun dengan membantu beliau menulis 2 buku biografi yang tokohnya berada di Palembang dan Bogor.

Kami berdua layaknya guru dan murid yang bertemu secara intens membaahs perkembangan konten buku yang sedang kami garap bersama. Tidak hanya mengajari saya menulis, Pak Zul juga banyak membuka pandangan saya tentang bisnis penulisan (writerpreneurship). Bahkan kepada saya juga beliau secara terang-terangan mengatakan bahwa dari satu blognya saja sudah menghasilkan income yang lumayan menggiurkan.

Termotivasi dari insight sang guru, saya mulai embangun blog sendiri. Tentu semuanya dilakukan dengan otodidak dengan hanya membaca yang ada di Google. Mulai membeli domain, hosting, optimasi blog hingga menulis artikel blog saya lakukan sendiri. Hasilnya bertahap mulai ada beberapa orang yang menghubungi kontak saya.

Maka saya mulai membuat pricelist untuk jasa penulisan saya, meski pada kenyataannya harus diakui bahwa tidak sedikit orang yang tidak paham dengan jasa penulisan, sehingga menganggapnya hanya jasa pengetikan. Atau tidak bisa membedakan antara penulis dan penerbit, sehingga menghubungi saya dan ingin bukunya diterbitkan dengan biaya saya. Yaaaah harus sabar ……

Alhamdulillah hingga saat ini saya sudah hampir 7 tahun melayani jasa penulisan, tentu banyak orang yang sudah saya bantu kebutuhan penulisan buku / artikelnya. Hasilnya lumayan lah untuk bisa hidup di Bekasi bersma keluarga kecil saya.

Dulu, saya tidak menulak job menulis. apapun saya terima, termasuk menulis artikel. Bahkan saya pernah menjanjikan kepada klien supaya nanti artikel review toko onlinenya muncul di Google dalam hitungan hari saja, dengan cara saya tulis di sebuah portal yang sedang naik daun saat itu. Dan memang benar dalam seminggu beberapa artikel pesanan muncul di halaman 1-3 Google. Cukup menarik bukan? Padahal saya hanya iseng-iseng menawarkan jasa ini, ternyata ada yang berminat juga. He…..

Dengan jasa penulisan ini Alhamdulillah saya juga sudah berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia, tentunya dengan biaya aomodasi ditanggung oleh klien. Enak kan? Dan biaya akomodasi ini tentunya terpisah dengan biaya jasa penulisan yang saya tawarkan. Jadi memang peluang jasa penulisan ini wajib Anda coba, karena memang hasilnya lumayan bagi Anda yang memang punya passion menulis.

Diantara orang-orang yang saya temui itu, ada yang unik yang sebagian saya bantu sebagian saya tolak karena tidak pas dengan hati saya. Yang saya bantu seingat saya ada dua, pertama penulisan buku yang akan dicetak 1 buku dan akan diberikan saat sang anak (tokoh utama) akan menikah. Yang kedua saya bantu mencari tim yang harus seorang penulis tapi paham perfilman karena tugasnya nanti untuk menghandle pembuatan film yang akan melibatkan banyak orang.

Sedangkan yang saya tolak adalah karena temanya saya anggap akan membuat resah orang yang membacanya. Tentu saya tolak, karena bagi saya, jasa penulisan itu memang tujuannya untuk mendapatkan uang dengan kita memberikan jasa menulis yang baik untuk klien. Tapi jika hasil tulisannya tidak bermanfaat bahkan merugikan banyak orang, untuk apa ditulis?

Sudah lumayan banyak ini tulisannya. Yang pasti dengan kita rutin menulis di blog, secara otomatis akan banyak jalan untuk mendapatkan penghasilan. Karena saya yakin kini orang mmebeli barang bukan hanya melihat kualitas barangnya, tapi lebih banyak melihat siapa yang menjualnya. Jika kita sering menyapa para pengunjung blog kita, tentu akan ada kedekatan emosional dan pengunjung tahu bagaimana kepribadian kita dari tulisan-tulisan kita. Jika mereka sudah merasa nyaman, maka barang apapun yang kita jual – meskipun barang yang sama itu dijual dengan harga yang sedikit lebih murah oleh penjual lain – pasti laku saja. Tidak percaya? Nanti saya akan buktikan di artikel lainnya, bagaimana saya menjual buku Ensiklopedia Islam yang selama 3 tahun pernah menjadi sumber utama penghasilan saya.

Ok, ditunggu artikel selanjutnya ya?

Semoga sharing tentang pembahasan ini bermanfaat ya. Anda bisa membaca pembahasan lain tentang writerpreneur di artikel lain di blog ini. Silahkan komen dan share artikel ini jika bermanfaat. Terima kasih sudah berkunjung ke blog sederhana ini.

 

Ayo Bersinergi – Sinergi Penulisan 1

Saat ini saya sudah memiliki belasan blog yang mayoritas hanya untuk menawarka jasa penulisan. Aneh memang mungkin bagi sebagian orang, tapi bagi saya ini adalah keterlanjuran yang kelak bermanfaat, atau boleh lah menyebutnya “kesalahan berfaedah.”

Aneh kan, atau mungkin baru mendengarnya saat ini? saya juga kok, tapi detailnya begini. Dulu, 6 tahun yang lalu, 2013, saya memulai semuanya dari awal. Tanpa guru, teman apalagi mentor. Dalam anggapan saya untuk setiap kali pencarian di Google yang muncul adalah nama domain. Dan itu memang terjadi saat itu, jujus saya baru buat blog usia seminggu bahkan kurang, dengan keyword on domain bisa muncul di page one Google, bahkan nomor satu. Hehehe…

Tapi itu dulu, saat mungkin masih jarang yang mengoptimasi blog dengan menyesuaikan alogaritma Google. Kini semuanya sudah berubah. Setiap orag lebih memilih branding daripada harus memaksakan punya keyword on domain. Dan saya akui blog saya yang awalnya number one google pun kita mulai digeser oleh blog-blog yang benar-benar memperhatikan apa-apa yang disukai Google.karena jujur dengan punya belasan blog, saya malah kurang fokus, bahkan jarang update artikel, akibatnya posisi blog denganjumlah yang banyak ini malah kalah diberbagai kata kunci.

Kecewa?

Tentu tidak. Karena saya ingat awal saya mendirikan blog ini ternyata bukan hanya untuk memenangkan jasa penulisan saya, tapi lebih pada untuk membangun komunitas penulis pemula, yang mungkin saya bolehdibilang salahsatu di dalamnya. Tepatnya saya ingin memberikan informasi pada mereka yang awal-awal menulis, bagaimana cara mendapatkan penghasilan sebagai penulis freelance.

Defiinisi freelance juga disini bukan dalam artian lepas yang kadang dapat job, kadang  tidak, bukan begitu. Tapi saya akan berbagi bagaimana saya kini Alhamdulillah bisa menjadi “survive writer.” Nah tuh kan ada istilah baru lagi apa lagi ini?

Begini, saya mau jujur bahwa mungkin banyak masyarakat indonesia yang saat ini masih menganggap profesi menulis bukan profesi serius yang bisa digeluti sebagai profesi yang menghasilkan. Bahkan jika boleh saya menyebutnya sebagai profesi utama. Tapi memang untuk menjadikan profesi ini menjadi menghasilkan / utama memang butuh proses yang tidak mudah, tapi jika mau kita semua bisa meraihnya.

Saya pribadi bukan seorang yang datang dari pendidikan berlatar belakang sastra, saya adalah pendidik, tepatnya seorang guru. Tapi Alhamdulillah perjalanan hidup saya seakan menuntun saya untuk menjadi penulis, baik dalam bentuk buku dan blog. Dengan dua platform inilah hingga saat ini saya bersyukur bisa hidup cukup di kota satelit Jakarta, Bekasi.

Kembali lagi pada blog saya yang ada beberapa khusus penulisan itu nantinya akan saya buat ajang berbagi khususnya bagi adik-adik yang ingin mendapatkan kesempatan menjadi penulis freelance. Tanpa harus membuat blog sendiri, membayar domain dan hosting setiap tahun, dll. Cukup dengan mengirim contoh tulisan dan memberikan kontak yang bisa dihubungi kepada saya.

Untuk apa?

Cara ini yang saat ini saya jalani untuk melakukan marketing jasa penulisan. Jadi calon klien tahu, jika penulis itu ikut dalam tim saya, untuk memakai jasanya bisa melalui saya, sebagai agensi sekaligus support marketing baik online dan offline (merekomendasikan sesuai kapasitas).

Tujuannya adalah supaya di setiap daerah ada penulis yang bisa mmebantu calon klien yang ada di daerahnya sendiri. Jarak yang dekat lebih memungkinkan intensitas pertemuan, sehingga lebih bisa menghasilkan tulisan yang baik.

Kenapa ini saya buat?

Tentu ada alasan yang kuat, diantaranya dengan adanya beberapa orang yang bertanya,

“Pak Iwan, ada cabang di Surabaya, kah”

“Pak Iwan ada tidak yang bisa bantu penulisan untuk daerah Pondok Labu, Jakarta Selatan?”

“Pak Iwan ada referensi tidak penulis yang berasal dan paham latar belakang Jawa Tengah, khususnya Keraton …..?”

Nah, memang kemauan klien sampai sedaitail itu, dan pastinya saya tidak bisa melakukannya seorang diri.

Jika Anda, adik-adik yang punya bakat dan kemampuan menulis ingin bergabung dengan saya, silahkan hubungi kontak saya ya, saya tunggu.

 

 

Semoga bermanfaat dalam berbagi.

Untuk detailnya saya akan jelaskan di postingan berikutnya di kategori yang sama di blog ini.

 

sinergi penulisan di Indonesia