Tag Archives: iwan wahyudi

Kerja dari Rumah Bisa Menjual Buku Seharga Jutaan Rupiah

IwanWahyudi.net – Kerja dari Rumah Bisa Menjual Buku Seharga Jutaan Rupiah. Sesuai dengan janji saya kemarin, maka pembahasan kita kali ini adalah tentang “Bagaimana Cara Menjual Buku Ensiklopedia Islam dengan harga Hampir 4 jutaan per set (isi 14 jilid)”?

Sebagaimana yang kita tahu bahwa banyak yang mengatakan bahwa minat baca masyarakat kita sangat rendah. Inidkasinya tentu dikaitkan dengan sepinya toko-toko buku di berbagai tempat, bahkan tidak jarang yang hingga gulung tikar karena minimnya pembeli. Karena tidak ada pilihan lagi selain menutup tokonya, karena biaya operasional tidak tertutupi dengan income yang di dapat.

Apa ini sepenuhnya benar?

Tidak juga, banyak penerbit yang hingga saat ini produktif menerbitkan buku. Tentunya masih ada peluang bagus buku-buku yang mereka terbitkan ini laku dipasaran sebagaimana sebelumnya. Karena itu muncul lagi pertanyaan, lalu yang membuat buku-buku tadi tidak laku sebenarnya apa?

Apakah harganya atau manfaatnya yang minim bagi pembaca?

Nah, pada pembahasan ini baru saya akan membahas khusus tentang jenis buku yang saya jual. Yaitu buku Ensinklopedia Islam edisi eksklusif dengan tampilan dan isi yang menarik. Bahasannya juga sangat bagus, yaitu membahas tentang ayat-ayat sains dalam Al Qur’an. Tentu ini sangat diminati oleh banyak kalangan muslim di Indonesia.

Tapi memang harus diakui harga buku yang mencapai jutaan ini tentu tidak mudah menjualnya. Karena bagi orang indonesia harga buku lebih dari 100 ribu terbilang mahal. Karena itu tidak jarang banyak yang hanya sebatas bertanya harga, setelah itu chat tidak dilanjutkan kembali, tentunya peminat seperti ini biasanya merasa harga buku yang diminatinya terlalu mahal.

Setiap dagangan ada pasarnya sendiri

Memang dari chat yang masuk untuk bertanya buku ini kebanyakan gak jadi beli. Penyebabnya tentu karena memang harganya yang mahal. Tapi saat itu saya tetap optimis, bahwa setiap dagangan pasti ada jodohnya. Pasti ada sebagian orang yang menganggap harga yang diayar sesuai dengan manfaat yang diperoleh. Karena itulah saya tetap semangat untuk menjualnya hingga satu per satu pembeli mulai berdatangan di toko online saya (aslinya sih berbentuk blog biasa yang saya update artikelnya untuk memperbaiki SEO).

Awalnya saya menjual buku ensiklopedia secara organik, tanpa beriklan, hanya mengandalkan SEO blog. Tapi karena makin lama banyak yang bermain, maka cara beriklan juga saya lakukan, tentunya semua saya lakukan secara otodidak hanya beberapa kali membeli tool dan panduan yang memudahkan saya untuk memahami step-step untuk beriklan di FB dan Google.

Pentingnya mengetahui dasar internet marketing

Dengan kita mengatahui dasar-dasar internet marketing sebenarnya banyak keuntungan yang bisa diperoleh. Minimal bisa tahu barang yang kita jual itu sebenarnya masih banyak peminat atau sudah mulai berkurang peminatnya. Hal ini sangat pentig bagi saya yang hanyapunya budget pas-pasan untuk beriklan.

Jadi saat peminatnya masih banyak, kita bisa gass poll penjualannya, tapi saat sepi, kita harus mulai lebih jeli dengan mengetahui momen-momen apa saja yang kira-kira pas untuk beriklan. Jadi gak harus menjalankan iklan selama sebulan penuh, misalnya, tapi cukup saat hari-hari tertentu saja.

Alhamdululillah saya jualan ensiklopedia Islam ini berjalan hingga saat ini. Tapi memang harus diakui bahwa setiap barang pasti ada masa laris-sepi nya. Kini, memang sangat sulit untuk menjual buku ensiklopedia denga harga jutaan seperti ini lagi. Tapi lumayan lah saya setidaknya sudah pernah menjalankannnya dengan pembeli yang lumayan banyak dalam kurun waktu 3 tahun.

Naik turun dalam penjualan barang itu biasa

Bagi Anda yang ingin bisnis online, setidaknya ada pesan yang ingin saya sampaikan bahwa Anda harus siap menerima kenyataan bahwa “Naik turun dalam penjualan barang itu biasa.” Ada saatnya jualana kita laris, tapi juga kita harus siap jika suatu saat jualan kita sepi. Dan saya juga merasakannya.

Beruntung salain bisnis online saya juga punya usaha jasa penulisan. Dan saat bisnis online saya jualan buku ini sepi, Alhamdulillah jasa penulisan saya lumayan lebih ramai dari sebelumnya. Jadi masih ada sumber penghasilan untuk saya setiap bulannya. Karena itu Anda juga bisa melakukannya, jangan hanya berharap pada satu sumber income, karena saat sumber itu sepi, masih ada harapan dengan sumber income lainnya. Ya, kan?

Sebelum masa “saturated” itu datang

Bisnis online memang sangat mengasyikkan. Betapa tidak, dengan profesi ini kita sama seperti punya toko yang setiap hari besar kemungkinan bisa mendapatkan income. Karena itu tidak jarang para pebisnis online di Indonesia saat ini makin menjamur, apalagi dengan berjalannya waktu semakin banyak masyarakat yang “melek internet” dan mulai gemar berbelanja secara online hanya dengan gadget yang dimilikinya.

Tapi tidak jarang juga yang putus asa karena dengan banyaknya pesaing ini ada juga yang tersisih, kalah. Ini sebenarnya nasehat untuk diri saya juga, bahwa kadang saat kita merasa diatas (dagangan kita laris) kita lupa untuk menambah amunisi jualan kita. karena layaknya mempunyai toko di dunia nyata, ada kalanya pembeli mulai bosan dengan apa-apa yang kita jual.

Misalnya, kita jualan es kelapa, ada kalanya  yang kita jual ini laris manis. Tapi pada saat-saat tertentu ada kalanya pembeli mulai bosan dan mengalihkan konsumsinya pada es jus, es teh, dll. Jadi baiknya saat es kelapa itu leris tidak ada salahnya kan jika kita mulai menjual jenis es yang lain, tujuannya tentu supaya saat pembeli sudah bosan dengan daganan awal kita, ia masih ke lapak kita untuk membeli jenis es yang lain.

Ini juga berlaku untuk permisalan yang lain. Jadi para mastah dunia internet marketing memang menyarankan saat kita sudah mempunyai penghasilan rutin dari jualan yang sedang laris, saat itu juga harus mulai banyak meriset barang-barang jualan apalagi kira-kira yang berpotensi untuk laris. Lebih banyak jualan dan laris semua lebih Ok kan? He….

Banyaklah riset dan merenung

Kadang saat scrol timeline FB saya sering menemukan iklan yang berseliweran dengan komentar yang banyak. Saat itu saya mulai bergumam, “Oh jualan ini banyak juga ya peminatnya.”

Nah, sebenarnya itu adalah petuntuk untuk bisnis online kita. Tidak masalah jika kita mau mencobanya. Setidaknya kita tahu dari iklan tadi bahwa dagangan itu atau sejenisnya masih “hijau” dan bisa digarap.

Coba buat iklan yang lebih menarik, mungkin dengan begitu bisa mendapatkan respon yang bagus juga dari pembeli.

Setiap waktu harus terus berinovasi

Dunia bisnis online kini makin berkambang. Untuk meningkatkan penjualan banyak hal yang bisa dilakukan misalnya dengan upgrate pengetahuan kita tentang teknis yang sekiranya lebih memudahkan untuk closing setiap barang yang kita jual. Dalam menghadapi makin banyaknya tool dan tutorial bisnis online yang ada saat ini ini makin banyak ditawarkan tentu yang bisa menjadi pertimbangan adalah:

  1. Kita memang benar-benar memerlukannya
  2. Kita benar-benar bisa menggunakannya
  3. Jika point nomor 2 belum bisa, kita pastikan service after sales penjualnya bagus.
  4. Ilmu dan tool yang kita peroleh bisa diterapkan di bisnis online kita

Semoga sharing tentang pembahasan ini bermanfaat ya. Anda bisa membaca pembahasan lain tentang kerja dari rumah di artikel lain di blog ini. Silahkan komen dan share artikel ini jika bermanfaat. Terima kasih sudah berkunjung ke blog sederhana ini.

Writerpreneur Punya Peluang Besar Ini

IwanWahyudi.net – Writerpreneur Punya Peluang Besar Ini. Apa saja peluangnya? Saya akan jabarkan di artikel ini. Yang pasti dengan kemampuan menulis Insaa Allah kita bisa survive. Yang penting bisa mengatur penghasilan dari fee menulis dengan baik.

Sejak awal saya belajar menulis hingga kini, tidak pernah menulis naskah dan dikirimkan ke penerbit. Bahkan ada tawaran untuk menulis di beberapa penerbit pun saya tolak secara halus.

Alasannya simple, dengan menjadi penulis freelance penghasilan bisa lebih terukur. Dengan posisi banyak waktu luang sebagai freelancer saya juga bisa belajar hal-hal yang dibutuhkan, misalnya bisnis online berbasis penulisan dan buku.Alhamdulillah bisa hidup layak dari profesi ini. Terlebih sejak saya resign dari pekerjaan sya tahun 2015 lalu.

Apa saja peluang besar seorang writerpreneur? Kita bisa menjawabnya dengan dalam hati menjawab pertanyaan ini:
1. Berapa banyak pribadi baik ahli dan profesional yang membutuhkan bantuan jasa penulisan?
2. Berapa banyak perusahaan yang setiap tahun minimal sekali membutuhkan jasa penulisan untuk penulisan laporan tahunan dan penulisan lainnya ?
3. Berapa banyak pemilik website yang membutuhkan penulis artikel untuk mengisi konten website mereka ?
4. Berapa banyak pembuat produk internet marketing yang membutuhkan konten berkualitas untuk memudahkan pemahaman calon pembelinya ?
5. Berapa banyak orang yang membutuhkan kolaborasi dengan penulis profesional untuk mewujudkan konsep dan ide yang lama mengendap dalam diri mereka?

Ide ini akan saya kembangkan untuk menjadi layanan penulisan yang membantu penulis muda menemukan jalan dan peluang penulisan yang terbuka lebar. Tentunya dengan kerjasama dengan penulis-penulis yang lebih senior dari saya.

Semoga sharing tentang pembahasan ini bermanfaat ya. Anda bisa membaca pembahasan lain tentang writerpreneur di artikel lain di blog ini. Silahkan komen dan share artikel ini jika bermanfaat. Terima kasih sudah berkunjung ke blog sederhana ini.

Writerpreneur Bermodal Rutin Nulis di Blog

IwanWahyudi.net – Writerpreneur Bermodal Rutin Nulis di Blog. Sejak awal menulis di blog saya tidak kenal namanya monetisasi. Jadi saya hanya menulis menulis saja tanpa tahu persis nanti blog saya akan menghasilkan uang atau tidak. Yang pasti yang membuat saya semangat menulis adalah hanya ingin blog saya tampil di Google dan bisa bertemu dengan blogger lainnya yang berkunjung ke blog saya. Tidak lebih. Ada rasa bangga jika blog yang saya bangun muncul di halaman Google. Apalagi halaman pertama. Wow berasa hebat. He…

Karena memang saya belajar secara otodidak, maka anggapan saya adalah domain blog yang keyword on domain selalu menjadi juara untuk membidik kata kunci sesuai namanya. Maka saya beli saja beberapa domain sesuai keyword yang saya mau. Buktinya hingga saat ini saya punya 9 blog fokus penulisan yang tetap aktif. Saya anggap ini aset saya yang saya dapat mulai awal belajar. Dan memang benar, hanya berselang 2-3 hari dari pembuatan blog, blog saya muncul di page one Google, bakan tak jarang langsung nomor 1. Hebat kan? He…..

Tapi dengan berjalannya waktu saya mungkin ada pemikiran untuk bisa mendapatkan uang dari kegiatan blogging ini. Minimal membantu orang yang ingin punya tulisan – baik artikel ataupun buku- tapi tidak mempunyai banyak waktu luang atau terkendala dengan teknis penulisan. Maka dengan kemampuan menulis saya saat itu ditambah dengan membaca referensi dari blog-blog lainnya, maka saya sedikit tahu tentang SEO.

Tak disangka ternyata dari itu saya bisa bertemu banyak orang hingga saat ini. Alhamdulillah ini sebenarnya diluar ekspektasi saya yang hanya awalnya ingin membantu proses penulisan klien via email/ sejenisnya tanpa harus bertemu langsung, ternyata lebih. Saya bisa bertemu berbagai manusia dengan berbagai latarbelakang yang tak jarang dari mereka inilah saya banyak belajar tentang banyak hal.

Sebenarnya terjunnya saya di dunia penulisan juga tanpa sengaja. Berawal dari merantau di Jakarta, saya menjadi staf yayasan yang dipercaya untuk menghandle penulisan buku sejarah mereka, yang telah berdiri 100 an tahun lebih. Tentu ini bukan hal yang mudah bagi saya yang saat itu hanya mempunyai pengalaman menulis hanya untuk skripsi saya. He……

Tapi apapun itu harus saya kerjakan. Saya harus pergi ke banyak tempat dan narasumber untuk mengumpulkan data, itupun dengan wawancara, bukan dari tulisan atau buku. Dari sini saya belajar bagaimana cara wawancara yang baik sehingga membuat setiap narasumber yang kita wawancarai merasa nyaman, hingga bisa didapat banyak data dari mereka.

Setelah itu saya mendapatkan kesempatan belajar menulis buku biografi dari seorang penulis biografi senior, Zulfikar Fuad. Pak Zul – panggilan saya kepada beliau – dulu adalah seorang wartawan yang pernah secara intens selama kurang lebih setahun belajar menulis biografi pada penulis biografi legendaris Indonesia, Ramadhan K.H. (ayahanda drummer Gilang Ramadhan). Dari sinilah kemapuan menulis saya terasah. Saya belajar menulis biogafi pada Pak Zul hampir 1,5 tahun dengan membantu beliau menulis 2 buku biografi yang tokohnya berada di Palembang dan Bogor.

Kami berdua layaknya guru dan murid yang bertemu secara intens membaahs perkembangan konten buku yang sedang kami garap bersama. Tidak hanya mengajari saya menulis, Pak Zul juga banyak membuka pandangan saya tentang bisnis penulisan (writerpreneurship). Bahkan kepada saya juga beliau secara terang-terangan mengatakan bahwa dari satu blognya saja sudah menghasilkan income yang lumayan menggiurkan.

Termotivasi dari insight sang guru, saya mulai embangun blog sendiri. Tentu semuanya dilakukan dengan otodidak dengan hanya membaca yang ada di Google. Mulai membeli domain, hosting, optimasi blog hingga menulis artikel blog saya lakukan sendiri. Hasilnya bertahap mulai ada beberapa orang yang menghubungi kontak saya.

Maka saya mulai membuat pricelist untuk jasa penulisan saya, meski pada kenyataannya harus diakui bahwa tidak sedikit orang yang tidak paham dengan jasa penulisan, sehingga menganggapnya hanya jasa pengetikan. Atau tidak bisa membedakan antara penulis dan penerbit, sehingga menghubungi saya dan ingin bukunya diterbitkan dengan biaya saya. Yaaaah harus sabar ……

Alhamdulillah hingga saat ini saya sudah hampir 7 tahun melayani jasa penulisan, tentu banyak orang yang sudah saya bantu kebutuhan penulisan buku / artikelnya. Hasilnya lumayan lah untuk bisa hidup di Bekasi bersma keluarga kecil saya.

Dulu, saya tidak menulak job menulis. apapun saya terima, termasuk menulis artikel. Bahkan saya pernah menjanjikan kepada klien supaya nanti artikel review toko onlinenya muncul di Google dalam hitungan hari saja, dengan cara saya tulis di sebuah portal yang sedang naik daun saat itu. Dan memang benar dalam seminggu beberapa artikel pesanan muncul di halaman 1-3 Google. Cukup menarik bukan? Padahal saya hanya iseng-iseng menawarkan jasa ini, ternyata ada yang berminat juga. He…..

Dengan jasa penulisan ini Alhamdulillah saya juga sudah berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia, tentunya dengan biaya aomodasi ditanggung oleh klien. Enak kan? Dan biaya akomodasi ini tentunya terpisah dengan biaya jasa penulisan yang saya tawarkan. Jadi memang peluang jasa penulisan ini wajib Anda coba, karena memang hasilnya lumayan bagi Anda yang memang punya passion menulis.

Diantara orang-orang yang saya temui itu, ada yang unik yang sebagian saya bantu sebagian saya tolak karena tidak pas dengan hati saya. Yang saya bantu seingat saya ada dua, pertama penulisan buku yang akan dicetak 1 buku dan akan diberikan saat sang anak (tokoh utama) akan menikah. Yang kedua saya bantu mencari tim yang harus seorang penulis tapi paham perfilman karena tugasnya nanti untuk menghandle pembuatan film yang akan melibatkan banyak orang.

Sedangkan yang saya tolak adalah karena temanya saya anggap akan membuat resah orang yang membacanya. Tentu saya tolak, karena bagi saya, jasa penulisan itu memang tujuannya untuk mendapatkan uang dengan kita memberikan jasa menulis yang baik untuk klien. Tapi jika hasil tulisannya tidak bermanfaat bahkan merugikan banyak orang, untuk apa ditulis?

Sudah lumayan banyak ini tulisannya. Yang pasti dengan kita rutin menulis di blog, secara otomatis akan banyak jalan untuk mendapatkan penghasilan. Karena saya yakin kini orang mmebeli barang bukan hanya melihat kualitas barangnya, tapi lebih banyak melihat siapa yang menjualnya. Jika kita sering menyapa para pengunjung blog kita, tentu akan ada kedekatan emosional dan pengunjung tahu bagaimana kepribadian kita dari tulisan-tulisan kita. Jika mereka sudah merasa nyaman, maka barang apapun yang kita jual – meskipun barang yang sama itu dijual dengan harga yang sedikit lebih murah oleh penjual lain – pasti laku saja. Tidak percaya? Nanti saya akan buktikan di artikel lainnya, bagaimana saya menjual buku Ensiklopedia Islam yang selama 3 tahun pernah menjadi sumber utama penghasilan saya.

Ok, ditunggu artikel selanjutnya ya?

Semoga sharing tentang pembahasan ini bermanfaat ya. Anda bisa membaca pembahasan lain tentang writerpreneur di artikel lain di blog ini. Silahkan komen dan share artikel ini jika bermanfaat. Terima kasih sudah berkunjung ke blog sederhana ini.

 

Ayo Bersinergi – Sinergi Penulisan 1

Saat ini saya sudah memiliki belasan blog yang mayoritas hanya untuk menawarka jasa penulisan. Aneh memang mungkin bagi sebagian orang, tapi bagi saya ini adalah keterlanjuran yang kelak bermanfaat, atau boleh lah menyebutnya “kesalahan berfaedah.”

Aneh kan, atau mungkin baru mendengarnya saat ini? saya juga kok, tapi detailnya begini. Dulu, 6 tahun yang lalu, 2013, saya memulai semuanya dari awal. Tanpa guru, teman apalagi mentor. Dalam anggapan saya untuk setiap kali pencarian di Google yang muncul adalah nama domain. Dan itu memang terjadi saat itu, jujus saya baru buat blog usia seminggu bahkan kurang, dengan keyword on domain bisa muncul di page one Google, bahkan nomor satu. Hehehe…

Tapi itu dulu, saat mungkin masih jarang yang mengoptimasi blog dengan menyesuaikan alogaritma Google. Kini semuanya sudah berubah. Setiap orag lebih memilih branding daripada harus memaksakan punya keyword on domain. Dan saya akui blog saya yang awalnya number one google pun kita mulai digeser oleh blog-blog yang benar-benar memperhatikan apa-apa yang disukai Google.karena jujur dengan punya belasan blog, saya malah kurang fokus, bahkan jarang update artikel, akibatnya posisi blog denganjumlah yang banyak ini malah kalah diberbagai kata kunci.

Kecewa?

Tentu tidak. Karena saya ingat awal saya mendirikan blog ini ternyata bukan hanya untuk memenangkan jasa penulisan saya, tapi lebih pada untuk membangun komunitas penulis pemula, yang mungkin saya bolehdibilang salahsatu di dalamnya. Tepatnya saya ingin memberikan informasi pada mereka yang awal-awal menulis, bagaimana cara mendapatkan penghasilan sebagai penulis freelance.

Defiinisi freelance juga disini bukan dalam artian lepas yang kadang dapat job, kadang  tidak, bukan begitu. Tapi saya akan berbagi bagaimana saya kini Alhamdulillah bisa menjadi “survive writer.” Nah tuh kan ada istilah baru lagi apa lagi ini?

Begini, saya mau jujur bahwa mungkin banyak masyarakat indonesia yang saat ini masih menganggap profesi menulis bukan profesi serius yang bisa digeluti sebagai profesi yang menghasilkan. Bahkan jika boleh saya menyebutnya sebagai profesi utama. Tapi memang untuk menjadikan profesi ini menjadi menghasilkan / utama memang butuh proses yang tidak mudah, tapi jika mau kita semua bisa meraihnya.

Saya pribadi bukan seorang yang datang dari pendidikan berlatar belakang sastra, saya adalah pendidik, tepatnya seorang guru. Tapi Alhamdulillah perjalanan hidup saya seakan menuntun saya untuk menjadi penulis, baik dalam bentuk buku dan blog. Dengan dua platform inilah hingga saat ini saya bersyukur bisa hidup cukup di kota satelit Jakarta, Bekasi.

Kembali lagi pada blog saya yang ada beberapa khusus penulisan itu nantinya akan saya buat ajang berbagi khususnya bagi adik-adik yang ingin mendapatkan kesempatan menjadi penulis freelance. Tanpa harus membuat blog sendiri, membayar domain dan hosting setiap tahun, dll. Cukup dengan mengirim contoh tulisan dan memberikan kontak yang bisa dihubungi kepada saya.

Untuk apa?

Cara ini yang saat ini saya jalani untuk melakukan marketing jasa penulisan. Jadi calon klien tahu, jika penulis itu ikut dalam tim saya, untuk memakai jasanya bisa melalui saya, sebagai agensi sekaligus support marketing baik online dan offline (merekomendasikan sesuai kapasitas).

Tujuannya adalah supaya di setiap daerah ada penulis yang bisa mmebantu calon klien yang ada di daerahnya sendiri. Jarak yang dekat lebih memungkinkan intensitas pertemuan, sehingga lebih bisa menghasilkan tulisan yang baik.

Kenapa ini saya buat?

Tentu ada alasan yang kuat, diantaranya dengan adanya beberapa orang yang bertanya,

“Pak Iwan, ada cabang di Surabaya, kah”

“Pak Iwan ada tidak yang bisa bantu penulisan untuk daerah Pondok Labu, Jakarta Selatan?”

“Pak Iwan ada referensi tidak penulis yang berasal dan paham latar belakang Jawa Tengah, khususnya Keraton …..?”

Nah, memang kemauan klien sampai sedaitail itu, dan pastinya saya tidak bisa melakukannya seorang diri.

Jika Anda, adik-adik yang punya bakat dan kemampuan menulis ingin bergabung dengan saya, silahkan hubungi kontak saya ya, saya tunggu.

 

 

Semoga bermanfaat dalam berbagi.

Untuk detailnya saya akan jelaskan di postingan berikutnya di kategori yang sama di blog ini.

 

sinergi penulisan di Indonesia

 

 

Sekilas tentang Iwan Wahyudi Net

Saya Iwan Wahyudi,

 

Seorang penulis, blogger dan publisher service dengan pengalaman menulis 20 an buku, menggarap beberapa proyek penulisan konten perusahaan dan pengelola beberapa blog yang mayoritas sudah muncul di page one Google.

Semua tentu bukan saya peroleh dengan waktu yang singkat. Karena saya mulai ini semua sejak 10 tahun lalu. Saya memulainya dengan otodidak, baru menemukan beberapa orang yang menjadi mentor menulis saya.

Supaya proses belajar bisa efisien, mentor memang diperlukan. di chanel ini saya akan berbagi berbagai tips, panduan dan motivasi tentang penulisan.

 

Ini sekilas perkenalan dari saya …..