Tips dan Cara Menjaga Mood untuk Menulis

Tips dan Cara Menjaga Mood untuk Menulis

IwanWahyudi.net – Tips dan Cara Menjaga Mood untuk Menulis. Menulis adalah kegiatan yang banyak manfaatnya. Karena selain untuk menambah kekuatan daya ingat, menulis juga dapat melatih kita untuk berpikir lebih logis. Tapi sayangnya memang tidak semua orang suka menulis, salah satunya adalah karena mood yang jelek. Bagaimana cara mengatasinya? Yuk kita simak di artikel yang singkat ini.

Berdasarkan polling yang dilakukan oleh 27 orang di grup diskusi telegram saya, lima hal yang membuat seseorang malas menulis prosentasenya seperti ini:

tips dan cara menulis buku

Mood sebenarnya memang bagaimana perasaan hati kita. jika kita semang, maka apa yang kita lakukan akan baik, begitu juga sebaliknya. Untuk yang lain boleh lah mungkin kita melakukannya dengan mood, tapi bagi kegiatan menulis TIDAK BOLEH. Kenapa? Karena jika hanya tergantung mood, maka kamu hanya bisa menjadi penulis artikel saja. Tidak akan bisa sampai menjadi penulis buku, konten perusahaan atau konten penulisan yang lebih menantang lainnya.

Ya, dengan hanya tergantung pada mood, maka kita hanya memilki sedikit waktu untuk menulis. karena mood ini memang tidak bisa kita prediksi. Ia bisa saja datang dan pergi sesuai dengan kodisi kita saat itu.

Misal nih, kita awalnya akan pergi liburan ke suatu tempat dengan pasangan, eh ternyata ada kepentingan mendadak dari pasangan kita (entah ada panggilan dari kantor, dll) dengan begitu mood kita kan berubah yang awalnya sudah senang jadi murung. Itu baru satu contoh, padahal masih banyak contoh lainnya yang membuat mood kita berkurang bahkan hilang sama sekali.

Jadi, jika kita mengikuti mood kapan kita akan menulis?

Apalagi jika kamu menjadikan profesi menulis sebagai profesi utama. Ya gak bakal kelar tuh job dari klien jika mood yang menjadi ukuran.

BACA JUGA   Buku Pertama, Sebaiknya Menulis tentang Apa?

Memang ada sih orang yang katanya kalau sudah mood bisa dalam semalam menyelesaikan 1/3 bahkan setengah halaman buku, tapi bisa ditebak kan hasilnya seperti apa?

Lalu bagaimana Tips dan Cara Menjaga Mood untuk Menulis ?

  1. Anggap Kegiatan Menulis itu Penting

Menjadikan sesuatu itu penting otomatis bisa menghilangkan berbagai hal yang dianggap kurang penting dibanding sesuatu itu. mudahnya seperti ini, saat kuliah dulu, seorang dosen pernah berbesan kepada kami,

“Cobalah supaya kalian itu semangat untuk menulis, bayangkan kalian adalah seorang narapidana hukuman mati yang akan dijatuhi hukuman mati besok. Kalian diberi waktu 1 hari ini untuk menulis surat pada Raja yang kemungkinan dengan surat itu kalian akan mendapatkan keringanan hukuman, bahkan dibebaskan. Akan kah kalian akan malas-malasan menulis?”

Begitu juga dengan keadaan kita saat ini. jika kita tidak merasa “terdesak” untuk menulis, maka kita selamanya akan berleha-leha untuk menari alasan untuk tidak menulis.

  1. Kegiatan Menulis Harus Menyenangkan

Untuk menumbuhkan mood yang bagus saat menulis, maka kita harus menganggap bahwa kegiatan menulis ini menyenangkan. Jangan menganggap menulis itu membosankan, tapi anggap dengannya kita bisa merefleksikan apa yang ada di hati, otak dan pikiran.

Jika kita sudah menanamkan rasa senang menulis, pada setiap saat kita akan merasa perlu untuk menulis. Dengan kata lain menulis sudah merupakan kebutuhan kita.

Apalagi saat kamu sudah memutuskan untuk menjadikan nulis sebagai profesi utama, maka waktu untuk menulis ini harus dialokasikan rutin setiap harinya. Saya pribadi yang saat ini mempunyai 3 orang anak yang masih kecil, selain setiap harinya berbagi tugas dengan istri menjaga anak kami di rumah, saya juga harus menulis untuk buku pesanan klien dan beberapa blog yang saya miliki.

  1. Kegiatan Menulis Harus Menghasilkan

Saat kita sudah memutuskan bekerja pada satu bidang, maka pahit-manis di pekerjaan itu harus kita jalani. Begitu juga dengan menulis. saat kita sudah memutuskan menjadi penulis, maka apa pun hambatan dan rintangan dalam menulis harus bisa dikalahkan.

BACA JUGA   Tips Paling Mudah Menjadi Penulis

Jujur saya katakan bahwa banyak orang hanya melihat profesi menulis ini hanya enaknya saja, padahal jika mau mendalami lebih jauh menulis bukan hanya mengetik, karena dengannya mengharuskan kita untuk banyak membaca, meriset dan menyajikan tulisan yang menarik dan mudah dipahami oleh pembaca.

Tapi semua ini tentu terbayar dengan penghasilan yang juga seimbang. Semakin tinggi tingkat kesulitan konten yang kita tulis, tentu semakin tinggi juga nilainya. Begitu juga sebaliknya. Karena itu mood-moodan memang harus dihilangkan saat kita sudah memutuskan diri sebagai seorang penulis.

Saya pernah dengar cerita dari seorang guru menulis saya, bahwa Ramadhan K.H, penulis biografi legendaris Indonesia, setiap hari punya jam rutin untuk menulis (sambil membaca / riset penulisan) setelah sholat subuh hingga jam 11 siang. Bisa dihitungkan kan, berarti per hari sekitar 6 jam. Dan ini tetap beliau lakukan hingga akhir hayatnya. Padahal beliau adalah penulis biografi sekaligus budayawan dengan jam terbang tinggi, tapi tetap mendawamkan kebiasaan menulisnya setiap hari tanpa peduli dengan mood lagi.

Bagaimana dengan kita?

Jadi memang proses tidak akan mengkhianati hasil. Siapa yang mau bersungguh-sungguh dan fokus dengan apa yang dijalani pasti membuahkan hasil yang sama.

Nah, masih mau malas menulis dengan alasan moodnya lagi jelek? Coba kita pikir ulang apa saja kerugian kita dapatkan jika kita masih melakukannya hingga saat ini.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk menambah semangatmu menulis. kamu bisa baca tulisan serupa di kategori tips menulis buku yang ada dalam blog ini.

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iwan Wahyudi adalah Penulis Biografi, Ghost Writer dan Content Strategist yang mulai banyak dikenal di Indonesia. 

Sebagai penulis biografi dan ghost writer telah membantu 20 an klien menyelesaikan penulisan bukunya. 

Sebagai content strategis bukan hanya menjadikan situs yang dikelola banyak dikenal oleh klien, tapi juga dengan itu ia dapat membantu penulis profesional lainya dalam mendapatkan klien sesuai kapasitasnya. 

Kini ia mulai merintis self publihing dengan harapan bisa membantu klien mulai dari penulisan konten buku, pewajahan hingga cetak buku sesuai budget yang disediakan oleh setiap klien. 

Ia akan tetap membuka peluang kerjasama dengan pihak manapun, baik pribadi, perusahaan, agency desain, advertising dan yang lainnya untuk tetap memberikan konten yang kreatif dan berkualitas. 

Minat bekerja sama ? Silahkan WA di 0857 1149 4600